JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Penyebab Kematian TKI Parsini Simpang Siur

Penyebab Kematian TKI Parsini Simpang Siur

353
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR–Penyebab meninggalnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Cempo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Parsini (26) di Malaysia, Sabtu (16/2) lalu belum bisa dipastikan. Sementara jasad korban sendiri sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya, Minggu (17/2) malam.

Kabid Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Martadi mengungkapkan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait penyebab kematian korban. Menurutnya, kabar yang beredar penyebab kematian korban ada dua versi.

“Versi pertama dikabarkan korban meninggal karena rumah makan tempatnya bekerja dirampok dan saat itu ia dibekap hingga meninggal dunia. Versi kedua, yang bersangkutan ditemukan telah meninggal dunia di kamarnya dengan luka di bagian kepala,” ungkapnya, Senin (18/2).

Untuk memastikan penyebab kematian Parsini, Martadi mengaku masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak Kepolisian Malaysia. Diharapkan informasi itu akan dikirimkan maksimal pekan depan. Apalagi majikan Parsini juga dikabarkan akan datang ke rumah duka untuk melunasi sisa pembayaran gaji. “Maksud dari kedatangan majikan korban untuk melunasi sisa pembayaran gaji dan uang santunan terhadap korban,” terangnya.

Martadi mengaku Dinsosnakertrans tidak mengetahui keberangkatan Parsini ke Malaysia. Pasalnya, ia berangkat menjadi TKI melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Surabaya, Jawa Timur. “Karena itu kami tidak memiliki data Parsini. Kami pun belum pernah mengeluarkan rekomendasi keberangkatan Parsini menjadi TKI ke Malaysia,” jelasnya. Muhammad Ikhsan