JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Per 1 Maret, Subsidi Solar Dihapus

Per 1 Maret, Subsidi Solar Dihapus

310
BAGIKAN

Kecuali PMK, Sampah, dan Ambulans

ilustrasi BBM

SUKOHARJO- Per 1 Maret, pemerintah pusat menghapus subsidi bahan bakar minyak (BM) jenis solar. Namun khusus kendaraan pemadam kebakaran (PMK), ambulans, mobil jenazah, dan truk pengangkut sampah, diberi pengecualian.

“Sesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 1/ Tahun 2013, subsidi solar dihapus per 1 Maret 2013. Aturan itu diberlakukan bagi seluruh wilayah dan kalangan masyarakat. Termasuk mobil dinas di pemerintahan,” kata Kabag Perekonomian, Setda Sukoharjo, Priyono, Rabu (30/1).

Namun, dalam salinan suratnya, pemerintah menekankan jika tidak semua kendaraan akan diberlakukan kebijakan yang sama. “Kecuali PMK, sampah, mobil jenazah  dan ambulans. Kendaraan tersebut masih diperbolehkan untuk menggunakan solar bersubsidi,” ujar dia.

Bagi kendaraan lainnya, imbuhnya, harus menggunakan solar nonsubsidi. Guna melaksanakan aturan tersebut, pihaknya segera melakukan sosialisasi ke semua pihak. Khusus untuk lingkungan Pemkab Sukoharjo, akan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Bupati.

Lantaran ada pengecualian, pihaknya mengaku kebijakan pencabutan subsidi pada solar itu tidak terlalu berpengaruh pada anggaran penggunaan BBM. “Mobil dinas Sukoharjo kebanyakan justru masuk di daftar pengecualian itu seperti truk sampah di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), ambulans di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan lainnya masih bisa mendapat subsidi solar dari pemerintah,” lanjutnya.

Selanjutnya, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama Hiswana Migas untuk pelaksanaan teknis di lapangan. Khusus Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Priyono mengaku itu kewenangan dari Hiswana Migas. Jadi, nantinya akan ada tanda khusus bagi kendaraan yang masih mendapatkan subsidi solar. “Tapi hal teknis akan dikoordinasikan dengan Hiswana Migas,” kata dia.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua pihak untuk melakukan pengawasan guna menghindari penimbunan solar bersubsidi. “Mereka akan memborong solar bersubsidi. Jadi, kami akan koordinasikan langkah-langkah antisipasinya dengan pihak terkait,” ujar dia di ruang kerjanya.

Murniati