JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Peresmian Pasar Cawas: Kirab Gunungan Meriahkan Boyongan Pedagang

Peresmian Pasar Cawas: Kirab Gunungan Meriahkan Boyongan Pedagang

576
BAGIKAN
MERIAH – Pedagang Pasar Cawas mengarak ratusan tumpeng dalam peresmian Pasar Cawas, Jumat (15/2)
Joglosemar/Angga Purnama

Pasar Cawas nampak penuh sesak dengan kerumunan warga dan pedagang pasar yang baru saja direvitalisasi itu, Jumat (15/2) pagi. Mulai dari jalan menuju pasar di pertigaan sub-terminal Cawas hingga jalan di depan pintu masuk pasar dipadati warga.

Mereka menunggu kirab gunungan dan ratusan tumpeng yang memeriahkan pembukaan pasar yang berlokasi di Desa Masaran Kecamatan Cawas itu. Tak selang beberapa lama, gunungan yang disusun dari buah-buahan dan hasil bumi itu datang bersama ratusan tumpeng dan diarak oleh pedagang Pasar Cawas. Gunungan dan ratusan tumpeng tersebut kemudian dibawa masuk ke dalam pasar yang selesai direvitalisasi pada akhir Desember 2012 silam. Tak selang beberapa lama, gunungan yang baru saja diletakkan di atas deretan los pasar ludes diserbu pedagang dan warga yang ikut dalam acara peresmian tersebut.

Salah satu pedagang, Tukinem, mengatakan dengan meraih hasil gunungan yang diarak dalam rangkaian peresmian Pasar Cawas itu, ia berharap, ke depannya pedagang akan lebih sejahtera dengan menempati pasar dengan wajah baru tersebut. “Dulu sering kebanjiran kalau musim hujan seperti ini. Sekarang kondisinya lebih bagus dan nyaman untuk ditempati,” kata pedagang tahu itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng utama oleh Bupati Klaten, Sunarna dan makan bersama di dalam kompleks pasar. Selain gunungan dan tumpengan, peresmian tersebut juga diramaikan dengan pertunjukan seni reog.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Klaten, Sugiharjo Sapto Aji, mengatakan peresmian ini sekaligus memboyong seluruh pedagang lama. Pedagang lama selanjutnya akan menempati kios dan los secara gratis. Sapto Aji menjelaskan, Pasar Cawas merupakan salah satu pasar tradisional di Kabupaten Klaten. Dengan diresmikannya Pasar Cawas ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian pedagang dan masyarakat sekitar. Ia mengatakanpembangun Pasar Cawas tersebut menelan biaya Rp 8,45 miliar dari APBD 2012. Pasar yang memiliki konsep bangunan kolonial Jawa tersebut mampu menampung 537 pedagang yang menempati los, 112 pedagang menempati kios dan 200 pedagang oprokan. “Kami harap seluruh pedagang bisa menempati baik kios dan los yang ada. Ada sekitar 700-an pedagang yang merupakan pedagang lama,” kata Sapto Aji.

Bupati Klaten Sunarno, berharap seluruh pedagang dapat menerima keberadaan pasar baru tersebut. Pihaknya juga meminta pedagang untuk selalu menjaga kebersihan pasar agar selalu memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. “Pasar Cawas harus bersih, jangan dikotori. Pedagang harus rukun. Mari bersama-sama menghidupkan pasar tradisional ini sehingga roda perekonoian kembali hidup lebih baik,” ujar Sunarno dalam sambutannya.

Selain pasar Cawas, Pemkab Klaten juga membangun seluruh pasar tradisional lainnya di wilayah ini. Ada sekitar empat pasar di antaranya Pasar Bayat, Pasar Wedi, Pasar Keden dan Pasar Gayamprit dengan total anggaran Rp 20 miliar dari APBD.

Angga Purnama