JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Pesta Durian DISPERTAN

Pesta Durian DISPERTAN

1460
BAGIKAN
Joglosemar/Angga Purnama PESTA DURIAN - Tamu undangan berebut buah durian dalam acara Pesta Durian yang digelar di halaman Kantor Dispertan Klaten, Rabu (20/2)
Joglosemar/Angga Purnama
PESTA DURIAN – Tamu undangan berebut buah durian dalam acara Pesta Durian yang digelar di halaman Kantor Dispertan Klaten, Rabu (20/2)

Selain Penyangga Beras, Klaten Juga Unggul di Sektor Buah-buahan

Aroma khas buah durian terasa begitu menyerbak di halaman Kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Klaten, Rabu (20/2). Ratusan buah durian tersusun rapi, menggunung di tiga meja besar. Buah-buah durian berbagai jenis itu nampak begitu menggoda untuk disantap.

Ratusan buah durian yang disediakan oleh Dispertan Klaten itu merupakan bagian dari Pesta Buah Durian. Buah durian yang tersedia merupakan hasil panen dari petani-petani durian di Kabupaten Klaten. Hanya dalam hitungan menit, ratusan buah durian yang disediakan ludes disantap tamu undangan yang terdiri dari Muspida, SKPD, Camat se-Kabupaten Klaten dan dan tamu undangan lainnya.

Salah satu penggemar durian, Rahmanto, mengakukan ia sangat menikmati  pesta durian tersebut. Menurutnya, hasil panen durian di Klaten menjadi salah satu komoditas durian unggul yang ada di pasaran. “Rasa durian dari Klaten sangat khas. Terdapat perbedaan dengan durian-durian dari daerah lain,” paparnya sembari menikmati durian.

Kepala Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan pesta durian tersebut digelar untuk memasyarakatkan buah durian dari Klaten. Menurutnya selain sebagai penyangga beras, wilayah Klaten juga memiliki potensi dalam sektor hortikultura khususnya buah-buahan. “Kondisi lingkungan dan agro ekosistem yang ada di wilayah Kabupaten Klaten memungkinkan Klaten menjadi sentra komoditas buah-buahan yang diminati pasar,” papar Wahyu.

Selain menjadi produsen padi dan durian, Klaten juga dikenal sebagai produsen buah-buahan seperti rambutan, mangga dan lainnya. “Angka produksi durian di Klaten sudah menembus 3.606 ton per tahunnya. Kebanyakan durian dikembangkan di daerah lereng Merapi dengan kondisi lingkungan yang tepat,” jelasnya.

Selain pesta durian, dalam acara tersebut juga digelar Lomba Buah Durian dan diikuti petani durian dari daerah produksi durian seperti Karangnongko, Kemalang, Manisrenggo, Jatinom, dan Tulung. Menurut Wahyu, lomba dan pesta durian tersebut sebelumnya diselenggarakan di UPTD Jatinom, namun tahun ini lomba dipindahkan ke halaman kantor Dispertan. “Lomba durian diselenggarakan untuk menggali potensi durian lokal Klaten. Durian dari Klaten mempunyai rasa yang tidak kalah dari durian impor, sehingga harus dikembangkan karena potensi ekonominya bagus,” kata Wahyu.

Penilaian lomba durian meliputi tampilan fisik, aroma dan rasa. Para juri dari Disertan menilai setiap peserta dengan teliti. Juara I diraih oleh Martono, petani durian asal Desa Sedayu, Kecamatan Tulung.

Angga Purnama