JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pesta Jenang, Terusik Copet

Pesta Jenang, Terusik Copet

319
BAGIKAN
Festival Jenang Solo
Festival Jenang Solo

Festival Jenang 2013, menjadi puncak kemeriahan ulang tahun ke-268 Solo, Minggu(17/2). Sebanyak 150 stan aneka jenang ramai diserbu warga. Maklum, makanan khas itu memang dibagikan gratis dalam memeriahkan ulang tahun Solo.

Di festival itu, Solo seperti kembali ke masa lampau. Walikota dan semua pejabat Pemkot Solo, berpakaian adat Jawa, berbaur dengan ribuan warga. Bahkan, Pemkot berobsesi ke depan ingin menggelar festival jenang, dengan produk jenang mulai dari Aceh hingga Papua.

Ribuan warga usai menikmati suasana car free day Jalan Slamet Riyadi, langsung ramai-ramai mendatangi Ngarsopuro untuk menyantap aneka jenang. Ada jenang khas Jawa, seperti ketan ireng, hingga jenang kue keranjang khas Tionghoa. Mulati (58), warga Purwosari, mengaku sengaja datang ke Festival Jenang 2013, lantaran penasaran dan ingin mencicipi jenang ketan ireng.

“Rasa jenangnya enak. Situasinya sangat menyenangkan. Karena, bisa ikut rebutan sama orang banyak mengambil jenang merah putih dan ketan ireng,” ujarnya.

Santi, (38), penjual Jenang Kue Keranjang dari Perkhakkas, berujar, sebanyak 300 porsi jenang yang disediakannya sejak pagi hari telah habis diserbu pengunjung, hanya dalam waktu 20 menit saja.

Filosofi Jenang Kue Keranjang ini, katanya, mengandung makna  kedekatan dengan rezeki dari filosofi rasa manis dan lengket. Ketua PKK RW 12, Baluwarti, Mursitono, mengatakan, satu timnya yang berjumlah empat orang membuat jenang merah putih, mutiara dan tumpang dari pukul 03.00 WIB.

Hasilnya, ada 200 porsi yang disediakan untuk Festival Jenang 2013, juga habis dalam sekejap.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, (Disbudpar) Solo, Widdi Srihanto, mengatakan, ke depan, festival seperti ini akan menjadi destinasi wisata baru di Solo. Karena, dinilai sangat unik dan mengandung makna filosofi budaya Jawa yang mendalam.

“Jadi, selain menjadi event tahunan, ke depan kami ingin festival ini menjadi destinasi wisata baru untuk menarik minat masyarakat luar kota mengunjungi Solo,” tuturnya.

Tapi, kemeriahan pesta rakyat Solo kemarin, terusik dengan ulah para pencopet yang beraksi di tengah keramaian. Belasan orang mengaku kecopetan, dengan kerugian mencapai jutaan rupiah. Polsek Banjarsari, Solo, beraksi membekuk kawanan pencopet yang mengusik kemeriahan Festival Jenang 2013 itu.

Fariz Fardianto