Pesta Kembang Api Tandai Imlek 2564

Pesta Kembang Api Tandai Imlek 2564

429
PESTA KEMBANG API–Sejumlah warga menyaksikan nyala kembang api saat digelar pesta kembang api dalam rangka menyambut malam pergantian tahun baru Cina di depan Balaikota Solo, Sabtu (9/2) malam. Pesta kembang api tersesut dihadiri ribuan warga Solo dan sekitarnya. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO- Ribuan orang larut menyaksikan pesta kembang api selama setengah jam yang menandai datangnya Tahun baru Imlek 2564, Sabtu (9/2) malam.

Sementara sejak sore hingga malam, Kelenteng Tien Kok Sie Solo, yang tak jauh dari Pasar Gede, tak pernah sepi oleh umat Tridharma yang memanjatkan doa di Tahun Ular Air ini.

Di kelenteng yang berada di pusat pecinan Solo ini berbalut warna serba merah. Sejumlah 417 Thiam Ting atau lentera minyak dinyalakan. Dalam tradisi ini, sebagian umat Tridharma sengaja menunggu hingga menjelang tengah malam untuk menyalakan sendiri lentera minyak yang bertuliskan nama-nama masing-masing.

Salah seorang umat Tridharma, Suwito atau Mao Lian Swy (65) menjelaskan, dirinya setiap tahun selalu menyalakan lentera minyak sebagai bentuk peribadatannya dalam rangka menyambut Imlek. Dari awal, warga Kampungsewu, Jebres, Solo tersebut sabar menunggu berjalannya prosesi menyalakan lentera minyak yang dilangsungkan jelang tengah malam hingga Membuka Pintu Langit. Semua itu dilakukannya dengan tujuan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.

“Saya menunggu untuk hidupkan lentera minyak, tetapi sebelumnya jalani sembahyang dulu. Tujuannya untuk kehidupan yang lebih baik. Setiap tahun saya lakukan itu dan itu niat saya dalam beribadat karena saya umat Tridharma. Dalam doa, saya berharap semua aman baik keluarga maupun masyarakat, serta menjalani kehidupan yang lebih baik,” imbuh Suwito.

Tepat pada pergantian tahun, bedug dan lonceng kelenteng ditabuh dan dibunyikan secara bersamaan sebanyak 36 kali. Konon, hal tersebut dilakukan untuk membuka pintu langit sehingga para umat Tridharma yang bersembahyang dengan dupa-dupa dan asap yang membumbung ke atas, diterima doa dan permohonannya.

Dalam perayaan Imlek 2564, disemarakkan juga dengan penampilan barongsai, liong, hingga musik gamelan yang ditabuh tidak jauh dari kelenteng.

Pesta kembang api, menjadi acara yang menyita perhatian warga. Warga yang tumplek blek di Jalan Urip Sumoharjo, RE Martadinata, dan Jenderal Sudirman depan Balai Kota Surakarta, memacetkan arus lalu lintas. “Yang menyaksikan kembang api lebih banyak dibandingkan 2012 lalu. Terasa padat banget,” tutur warga, Sisilia P (28). Warga juga sibuk mengabadikan malam penuh warna warni terpaan lampu dan lampion yang indah.

Pukul 23.45 WIB, kembang api yang ditunggu-tunggu dinyalakan hingga pukul 00.15 WIB. Langit yang gelap usai hujan, tampak indah dihiasi gemerlap cahaya warna-warni kembang api. Nyala lampion, menambah indah perayaan tahun Ular Air itu. “Semua larut nikmati kembang api,” terang warga, Haryani Nugroho (37).

Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede menerbangkan belasan lampion setinggi satu meter. Menurut Humas Klenteng Tien Kok Sie, Aryanto Wong, menerbangkan lampion adalah bagian dari perayaan Imlek. “Sebagai simbolisasi untuk harapan masa depan. Lampion itu terbang dengan membawa doa,” jelasnya di sela-sela acara.

“Di tahun Ular Air ini, akan banyak kejutan. Karena sifat ular yang cerdik, bisa berbuat baik dan licik. Ular bisa memakan mangsanya yang ukurannya lebih besar. Kemudian air, itu menandakan akan banyak air tahun ini,” ungkap Sekretaris Klenteng Tien Kok Sie, Roni Hong Siang. Ronald Seger Prabowo | Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR