Pesta Miras, 31 Remaja Digaruk Aparat

Pesta Miras, 31 Remaja Digaruk Aparat

480
RAZIA PEMABUK-Belasan pemabuk diamankan seusai terjaring operasi pekat yang digelar Polsek Banjarsari, Minggu (17/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO—Sebanyak 19 remaja digaruk aparat Polsek Banjarsari saat menggelar pesta minuman keras (Miras) di sejumlah lokasi seperti Terminal Tirtonadi, Stadion Manahan, Kampung Bibis Luhur, dan Kampung Gilingan, Sabtu (16/2). Di tempat lain, sebanyak 12 remaja yang juga menggelar pesta Miras jenis ciu digaruk Satuan Sabhara Polres Karanganyar, Minggu (17/2) sekitar pukul 00.30 WIB di daerah Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu. Satu dari 12 remaja yang ditangkap itu adalah seorang perempuan.

Informasi yang dikumpulkan, selain mengamankan 19 remaja, Polsek Banjarsari juga menangkap seorang penjual ciu yakni Bimo (40), warga Sidorejo, Mangkubumen, Banjarsari. Mereka yang ditangkap sebagian besar berasal dari Sragen, Jepara, Magelang, dan Malang. Mereka sengaja datang ke Solo untuk menonton konser band Endang Soekamti.

“Mereka yang tertangkap langsung kami bina, agar ke depan tidak mengulangi lagi,” kata Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, AKP Edy Hartono mewakili Kapolsek Kompol Andhika Bayu Adhitama saat gelar perkara, Minggu (17/2).

Dari para pemabuk polisi mengamankan barang bukti berupa tiga botol ciu yang dikemas dalam botol air mineral berukuran 600 mililiter, serta satu jeriken ciu ukuran 30 liter dari tangan seorang penjual. Dari keterangan Bimo, penjual ciu, dirinya mendapatkan barang haram itu dari daerah Bekonang dengan harga Rp 150.000 per jeriken. Kemudian ia menjualnya dengan harga Rp 10.000 per botol ukuran 600 mililiter. “Per jeriken paling untungnya sekitar Rp 50.000,” kata Bimo.

Sementara, Kasat Sabhara Polres Karanganyar, AKP Weldi Rozika mengatakan penangkapan dilakukan saat digelarnya patroli rutin. Dari 12 pemabuk, polisi mengamankan belasan botol air mineral berisi ciu dan enam unit sepeda motor. “Lokasi yang digunakan untuk pesta Miras tergolong sepi karena berada di pinggir jalan yang jauh dari perkampungan,” katanya, Minggu (17/2). Selanjutnya 12 pemabuk tersebut hanya didata dan diberi pembinaan.

Weldi mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif memberantas peredaran Miras dengan melapor jika mengetahui aksi menenggak Miras di tengah masyarakat. “Untuk masyarakat yang mengetahui adanya pesta Miras di wilayahnya, saya imbau melapor ke pihak kepolisian agar ditindaklanjuti. Karena jika dibiarkan akan meresahkan masyarakat,” kata Weldi. Rudi Hartono | Muhammad Ikhsan

BAGIKAN