JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Pesta Solo Ibu Kota Keroncong

Pesta Solo Ibu Kota Keroncong

550
BAGIKAN
LESEHAN KERONCONG-Grup Kroncong Bhima Nada asal Karanganyar saat tampil di Lesehan Keroncong Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Selasa (19/2). Musik Keroncong masih diminati para pendengarnya di solo. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
LESEHAN KERONCONG-Grup Kroncong Bhima Nada asal Karanganyar saat tampil di Lesehan Keroncong Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Selasa (19/2). Musik Keroncong masih diminati para pendengarnya di Solo. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Dua hari yang lalu, Solo berhasil memantapkan diri sebagai ibukota keroncong dengan predikat 25 jam nonstop bermusik keroncong. Predikat itu pun dirayakan oleh OK Joyo Sworo Joyosuran Solo dan OK Bhima Nada Karanganyar dalam Lesehan Keroncong di Pendapa TBJT, Selasa (19/2). Dua kelompok inilah yang menjadi bagian dari prestasi kemarin.

Penonton yang cukup banyak menjadi pemandangan berbeda dibanding tiap bulannya. OK Joyo Sworo dalam penampilannya menyanyikan beberapa lagu, seperti Pepito, It’s No, Keroncong Pertemuan, Sangkuriang, Solo di Waktu Malam.

Dari deretan lagu tersebut, tembang yang mencuri perhatian penonton adalah Pepito. Lagu dengan musik iringan Amerika Latin ini mengajak penonton untuk bergoyang dan bernyanyi bersama.

Sementara itu OK Bhima Nada membawakan beberapa lagu, seperti Nusantara Indah, Janjiku, Roda Duni, Ku Cari Jalan Terbaik, dan lainnya. Ku Cari Jalan Terbaik yang berhasil mengundang penonton untuk berdendang bersama.

Eko Supriyanto, Pembina OK Joyo Sworo, Eko Supriyanto mengaku setelah Solo mendapat penghargaan Muri maka semangat berkreasi kian tumbuh.  “Saat ini kami masih terus berusaha mencari bibit pemain keroncong remaja. Walaupun memang itu sulit namun kami sudah menyediakan tempat untuk melatih mereka,” katanya.

Sementara itu Wening Rendra, Kordinator OK Bhima Nada, mengaku sampai saat ini untuk mempertahankan grup keroncong sudah ada upaya regenerasi. Terbukti ada beberapa penyanyi dan pemain musik yang berusia remaja.  Raditya Erwiyanto