JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Pimpinan KPK Sepakati Anas Tersangka

Pimpinan KPK Sepakati Anas Tersangka

269
BAGIKAN

SBY Ambil Alih Demokrat

Susilo Bambang Yudhoyono

BOGOR—Teka-teki nasib Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terjawab sudah. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi akan mengambil alih roda organisasi untuk menyelamatkan partai.

SBY bakal memimpin langsung upaya pembenahan di internal partai. Salah satunya, SBY akan melakukan reposisi personelnya di Badan Anggaran (Banggar) DPR. SBY rencananya akan menempatkan orang-orang yang lebih kompeten.

“Melakukan reposisi terhadap personel partai untuk mencegah terjadinya penyimpangan baru, termasuk kader yang menjadi anggota Badan Anggaran,” kata SBY dalam jumpa di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jumat (8/2).

Poin tersebut merupakan salah satu tindakan konkret yang akan dilakukan PD melalui Majelis Tingginya. Acuan utamanya adalah menempatkan orang yang lebih kompeten di Badan Anggaran. “Acuan dari pergantian adalah kapasitas, the right person in the right place,” tegas SBY.

Secara khusus, SBY juga meminta Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, untuk fokus saja menghadapi persoalan dugaan korupsi Hambalang di KPK.

“Saya memimpin langsung gerakan penataan dan penertiban Partai Demokrat ini, saya beri kesempatan untuk fokus kepada saudara Anas untuk memfokuskan diri dalam menghadapi masalah hukum yang sedang ditangani KPK,” papar SBY.

SBY berharap keadilan dapat ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum. Partai Demokrat juga akan membantu Anas dari sisi bantuan hukum. “Dengan harapan keadilan benar-benar tegak dan tim hukum Partai Demokrat akan memberi bantuan hukum,” ucap SBY yang menyesalkan lemahnya peran public relation atau Humas partainya. Bahkan peran mereka cenderung gagal untuk memberitakan kinerja pemerintah dan partai.

SBY pun berjanji akan memberi sanksi tegas bagi kader yang tidak suka dengan keputusan partai. Sanksinya tidak tanggung-tanggung, yakni pemecatan. “Keputusan Majelis Tinggi partai mutlak dijalankan dan yang tidak menjalankan akan diberikan sanksi tegas termasuk yang tidak nyaman dengan kondisi elektabilitas PD sekarang ini dan atau yang tidak suka dengan kebijakan penyelamatan partai yang dipimpin ketua Majelis Tinggi partai kita silakan meninggalkan partai,” tegas SBY.

Dalam rangka itu, SBY menekankan keharusan kader Demokrat meneken Pakta Integritas. “Menandatangani Pakta Integritas oleh seluruh kader partai utamanya Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, DPD, DPC, dan eksekutif di pusat dan daerah,” ujar SBY.

SBY menekankan Pakta Integritas itu harus selesai pada Februari 2013 ini. Bagi kader partai yang tidak mengindahkan kewajiban ini, SBY mewanti-wanti ada tindakan tegas. “Bagi pejabat utama PD yang tidak bersedia akan langsung diberhentikan dari kepengurusan Partai,” cetusnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menegaskan, seluruh pimpinan KPK telah sepakat untuk menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sebagai tersangka. Namun, surat perintah penyidikan kasus suap Gedung Olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, masih belum diteken, walau sudah disiapkan.

“Sudah sepakat, tetapi kan harus ditanda tangan semua (pimpinan KPK),” ujar Abraham, dikutip Tempo.co.

Abraham mengatakan KPK belum meneken surat itu lantaran tiga dari pimpinannya masih bertugas di luar daerah, yakni Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, dan Adnan Pandu Praja. Adnan mengaku akan mengikuti sebuah penandatanganan nota kesepahaman di Selandia Baru pada pekan depan.  “Tapi mudah-mudahan dalam satu atau dua (hari), tapi kita lihat saja lah nanti lah,” ujar dia tak melanjutkan kalimatnya.

Sebelumnya beredar kabar KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus suap proyek Gedung Olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Namun kabar ini langsung dimentahkan Juru Bicara KPK, Johan Budi. “Informasi tersebut belum ada dan tidak benar,” kata Johan.

Detik | Tri Hatmodjo