JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar PKL Tolak Penarikan Parkir Rp 15.000 Per Bulan

PKL Tolak Penarikan Parkir Rp 15.000 Per Bulan

507
BAGIKAN
PKL TAMAN PANCASILA—Sejumlah PKL tengah menyiapkan barang dagangannya di seputaran Taman Pancasila sore kemarin. Muhammad Ikhsan
PKL TAMAN PANCASILA—Sejumlah PKL tengah menyiapkan barang dagangannya di seputaran Taman Pancasila sore kemarin. Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR—Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di daerah Karanganyar Kota menolak rencana penarikan uang parkir sebesar Rp 15.000 per bulan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi mulai Maret mendatang. Pasalnya, tarikan uang parkir itu cukup membebani, karena PKL sudah diharuskan membayar retribusi sebesar Rp 1.000 per minggu.

“Selama ini kami sudah membayar Rp 1.000 tiap minggu ke DPPKAD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah). Ini ada lagi pungutan dari Dishub dengan dalih uang parkir,” keluh Ketua Paguyuban PKL Karanganyar Kota, Supriyono, Selasa (19/2).

Dijelaskannya, sosialisasi rencana tarikan parkir itu hanya dilakukan perorangan dan tidak secara kolektif. Selain itu juga tidak ada lembaran resmi terkait rencana penarikan pungutan parkir tersebut. “Kami khawatir jangan-jangan ini Pungli (pungutan liar), sehingga kami akan mengkajinya,” terangnya.

Menurutnya, jumlah PKL di Karanganyar Kota mencapai 162 PKL yang tersebar di sejumlah titik, seperti di depan Kantor Departemen Agama (Depag), Taman Pancasila, dan di sejumlah titik di sepanjang Jalan Lawu.

Salah satu PKL di depan Kantor Depag, Didik mengungkapkan dirinya belum mendapatkan informasi resmi terkait rencana penarikan uang parkir sebesar Rp 15.000 awal Maret nanti. Ia hanya mendapat informasi dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai Dishubkominfo beberapa waktu lalu. “Yang datang memang berpakaian seragam Dishub dan memberitahukan akan ada tarikan uang parkir,” katanya.

Dikonfirmasi, Kabid Perhubungan Dishubkominfo Karanganyar, Joko Sumaryono mengatakan rencana penarikan uang parkir bagi PKL sebesar Rp 15.000 per bulan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Itu namanya parkir berlangganan dan sudah menjadi program kami. Awalnya ini diberlakukan di perkantoran saja dan saat ini mulai dikembangkan bagi para PKL,” jelasnya.

Untuk besaran tarikan, Joko menilai masih dalam batas kewajaran. Besarannya pun relatif masih sesuai dengan tingkat penjualan para PKL. “Jika Rp 15.000 tiap bulan, per harinya berapa? Kan masih wajar,” terangnya.

Terkait sosialisasi, Joko mengaku pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada semua PKL. “Mungkin ada PKL yang belum menerima surat pemberitahuan. Jika ada yang mau bertanya, silakan ke kantor kami,” ujar Joko. Muhammad Ikhsan