Polisi Aniaya Pengamen

Polisi Aniaya Pengamen

396
DIANIAYA-Susanto (30), sejak Rabu (6/2) sore hingga Kamis (7/2) dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setelah dianiaya oknum Polisi, Senin (4/2). (inzet) Bekas luka jeratan masih terlihat di lehernya. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Seorang pengamen mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya, setelah dianiaya sejumlah oknum Polisi. Tak hanya patah jari tangan, Susanto (30) warga Lingkungan Salak RT 4 RW III, Giripurwo, Wonogiri ini juga mengalami kencing darah. Di lehernya pun  terlihat ada bekas luka jeratan.

Penganiayaan terjadi lantaran ia dipaksa mengaku terlibat dalam pencurian burung Love Bird yang terjadi pada 2011 silam. Susanto akhirnya diciduk Polisi karena dua temannya menyebut dirinya terlibat. Ditemui wartawan di Bangsal Anggrek Nomor 9 RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Kamis (7/2), Susanto menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.

“Awalnya teman saya bernamaTotok ditangkap duluan, akhirnya dari dia muncul nama Angga, dari Angga ada nama saya. Saya diciduk pakai mobil pelat hitam di agraria (Kantor BPN ), Senin (4/2) sore. Lalu dibawa ke Polsek Selogiri. Di salah satu ruang saya dipukuli,” terang Susanto.

Akibat pemukulan yang diduga dilakukan sejumlah orang itu, ia sampai mengalami kencing darah. “Sampai kencing darah, Mas. Kelingking tangan kanan patah. Kaki, perut, punggung, sakit semua dipukul dan ditendang. Leher juga dijerat pakai tali tas yang biasa saya bawa saat ngamen. Setelah dijerat pakai tali tas itu pandangan saya langsung gelap, yang memukul banyak. Lima lebih tapi saat itu saya tidak sadar. Sempat disetrum juga. Intinya agar saya mengaku kalau juga terlibat pencurian,” jelasnya.

Baca Juga :  Truk Vs Motor Roda 3, Satu Orang Luka

Setelah didekati bagian leher kirinya, tampak bekas jeratan lumayan panjang sekitar sepuluh sentimeter. Setelah dipukuli itu, dia dibawa ke Mapolres Wonogiri. “Tapi kayaknya yang memukul saya juga ada dari Sukoharjo dan Polsek lain. Teman saya, Totok warga Kartasura dan sekarang di Mapolres Sukoharjo, sedangkan Angga masih di Mapolres Wonogiri. Saya diperbolehkan pulang hari Rabu (6/2) kemarin. Sampai di rumah saya tidak kuat jalan dan ambruk hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit ini,” terang dia.

Selama berada di Mapolres, ia mengaku tidak mengalami tindak kekerasan. Namun meski terluka, ia tak pernah sekali pun mendapatkan penanganan medis. “Tidak dikasih obat apa pun. Sakit ya sakit ini, sampai ke rumah sakit baru dapat obat. Kencing darah baru reda tadi pagi (kemarin-red). Dipukuli seperti apa saya tetap mengaku tidak wong memang saya tidak ikut mencuri burung itu,” katanya.

Tukiman (56) dan Sugiyarti (47), orangtua Susanto mengaku kecewa dengan pemukulan itu. “Dari kecil sampai besar seperti sekarang ini orang tuanya saja belum pernah memukul. Ini tahu-tahu anak pulang sudah sakit seperti ini,” tegas Sugiyarti.

Baca Juga :  Pasang Rangka Atap Rumah Warga di Purwantoro, Pemborong Tewas Tersengat Listrik

Tukiman pun tidak menerima anaknya diperlakukan seperti itu. Dia ingin melanjutkan kasus ini dengan melaporkan pada Polisi. “Biaya rumah sakit kalau bisa tanggung oleh yang memukul anak saya,” tandasnya.

Direktur RSUD,  Setyarini melalui Kasi Pelayanan Medik, Adhi Dharma mengatakan untuk jari kelingking mengalami patah akibat pukulan benda keras. Untuk kencing darah dan luka akibat jeratan masih akan dilakukan pemeriksaan dalam. “Akan dilihat apakah ada saluran kencing atau bagian ginjal atau kandung kemih juga mungkin penis yang ada luka dalamnya sehingga kencing darah,” terang dia.

Dimintai konfirmasi, Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani mengatakan belum mengetahui kejadian tersebut. “Kami malah belum tahu belum ada laporan, akan kami cek dulu,” jelasnya.

Sementara Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, ketika dimintai konfirmasi mengatakan, “Terima kasih atas infonya. Saya langsung telepon Kapolda dan Wakapolda Jawa Tengah. Saya minta polisinya untuk diperiksa Propam Polda Jateng sekarang,” katanya seperti dilansir Viva.co.id. Eko Sudarsono

BAGIKAN