JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Polres Bina Ratusan Pengusaha Warnet

Polres Bina Ratusan Pengusaha Warnet

449
BAGIKAN
ilustrasi

KLATEN – Polres Klaten mengumpulkan ratusan pengusaha Warung Internet (warnet) dan game online, Selasa (12/2). Hal tersebut dilakukan menyusul banyaknya perilaku asusila di kalangan remaja yang terjadi di dalam Warnet.

Kapolres Klaten, AKBP Y Ragil Heru Susetyo, mengatakan merebaknya tindak asusila para remaja memang bukan merupakan dampak langsung dari keberadaan Warnet dan game Online. Namun pihaknya menemukan banyaknya pelanggaran asusila di kalangan pelajar justru banyak terjadi di dalam bilik warnet yang kebanyakan tertutup. Hal tersebut berbeda dengan pelanggaran asusila yang terjadi di kota besar seperti Jakarta yang cenderung terjadi di sarana angkutan umum.

“Saat kami menggelar razia beberapa waktu lalu, anggota kami menemukan pasangan muda-mudi yang buka-bukaan di dalam bilik warnet. Ternyata bilik itu sangat tertutup sehingga bisa menimbulkan peluang bagi pasangan muda-mudi melakukan perbuatan yang mengarah pelanggaran asusila,” ungkap Ragil.

Ragil menambahkan, belum lama ini pihaknya mengamankan seorang pelajar kelas VI SD yang berusia 12 tahun setelah kedapatan mencuri sejumlah uang. Setelah diinterogasi, uang curian itu rencananya akan digunakan untuk bermain game online dan warnet. Bahkan, sisa uang curian itu rencananya akan digunakan untuk mendatangi tempat prostitusi di kawasan Pasar Kembang (Sarkem) Jogja. “Masa depan anak itu masih panjang. Hal ini sangat ironis dan memprihatinkan, sehingga perlu perhatian bersama,” ungkap Ragil.

Ragil berharap pengusaha Warnet dan game online tidak sekadar mementingkan aspek ekonomi semata. Dia mengajak pengusaha ikut memikirkan penanggulangan terhadap kenakalan remaja atau pelanggaran asusila. Dia berharap pemasangan bilik warnet tidak tertutup sehingga memudahkan pengawasan. Dia juga menyarankan agar setiap warnet memiliki Closed-Circuit Television (CCTV) untuk memudahkan pengawasan.

Setidaknya sekitar 200 pengusaha warnet dan game online yang tersebar di Klaten dikumpulkan di Aula Mapolres Klaten. Mereka mendapatkan pengarahan dari pihak Polres Klaten terkait penyelenggaraan usaha jasa internet.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Klaten, Surti Hartini, mengatakan bahwa keberadaan warnet dan game online mulai menjamur di Klaten pada 2010 dan 2011 lalu. Hingga kini terdapat sekitar 200 warnet dan game online yang tersebar di Klaten. Kendati demikian, hanya 25 persen warnet dan game online yang sudah mengantongi izin. “Tahun ini baru ada tiga pengusaha yang mengajukan izin pendirian warnet. Totalnya baru ada sekitar 40 warnet dan game online yang sudah berizin,” ungkap Surti.

Angga Purnama