JOGLOSEMAR.CO Foto Potret Si Miskin Solo Demi Peroleh Kartu Sehat

Potret Si Miskin Solo Demi Peroleh Kartu Sehat

325
BAGIKAN

Satu Orang Antre Tiga Jam, Pemohon 600 KK/Hari

MENGANTRE PKMS - Ratusan warga berdesak-desakan saat menantre kartu PKMS di Balaikota Solo, Kamis (28/2). Joglosemar/Abdullah Azzam
MENGANTRE PKMS – Ratusan warga berdesak-desakan saat menantre kartu PKMS di Balaikota Solo, Kamis (28/2). Joglosemar/Abdullah Azzam

Hartini (57), mengernyitkan dahi karena bosan menanti antrean di depan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo,  Kamis (28/2). Berjam-jam dia antre bersama ratusan orang, demi memperoleh kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta.

Pagi-pagi, Hartini beranjak dari rumahnya, di Rejosari, Gilingan, Banjarsari, menuju kantor DKK di kompleks Balaikota Solo. Setiba di tempat tujuan, ternyata sudah ada puluhan orang berdesak-desakan dengan tujuan serupa.

Saking kuatnya gesekan warga yang antre, petugas Satpol PP pun dikerahkan untuk menertibkannya. ”Antreannya bisa sampai dua hingga tiga jam. Setelah itu, baru dapat terlayani. Bagi saya ini sangat lama sekali,” keluh dia.

Antre berjam-jam itu, sudah membuang banyak waktunya. ”Saya ini ibu rumah tangga, masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan,” ujarnya.  Antre berjam-jam, katanya, terpaksa dia jalani, gara-gara tahun ini tercoret dari program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

”Makanya, saya mendaftar ke PKMS Gold. Padahal, tahun sebelumnya dapat Jamkesmas,” paparnya. Sebelumnya, pihak kelurahan memberikan informasi kepadanya, agar mendaftar sebagai peserta PKMS Gold, setelah tercoret dari Jamkesmas.

Dari informasi itu dia bergegas datang ke kantor DKK. Tapi sial, karena kemarin adalah hari terakhir pendaftaran peserta PKMS Gold, sehingga wajar jika antrean begitu banyak.”Hari inim hari terakhir pengajuan. Antreannya cukup banyak, sejak pagi hingga siang,” katanya.

Nasib serupa dirasakan Daryanto (40) warga Ketelan Banjarsari. Dia terpaksa ikut antrean panjang, demi kartu PKMS Gold, setelah tercoret dari Jamkesmas. ”Tahun ini dicoret dari peserta Jamkesmas. Padahal, kalau mau tahu, nasib saya masih tidak berubah,” akunya.

”Ya, hanya bisa pasrah. Mengajukan permohonan PKMS Gold, agar, jika sewaktu-waktu keluarga saya sakit, bisa mengunakan layanan ini,” katanya lagi.

DKK sendiri kewalahan melayani permohonan pengajuan PKMS Gold. Maklum, sampai Rabu(27/2) lalu, pemohonnya menembus 2.844 kepala keluarga (KK). Bahkan, saban harinya, pemohon yang antre mencapai sekitar 600 KK. ”Jumlah pemohon PKMS membludak. Terlebih hari ini merupakan hari terahir, sejak dibuka 19 Februari lalu,” kata Sekretaris DKK, Yanti Winoh Latisah.

Dia membenarkan, rata-rata pemohon saban harinya, mencapai 600 KK. ”Kartu Jamkesmas lama tidak berlaku lagi per 1 Maret tahun ini. Mereka diprioritaskan dapat kartu PKMS Gold.” Muhammad Ismail