JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Depok Bisa Perparah Kemacetan

Proyek Depok Bisa Perparah Kemacetan

334
BAGIKAN
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
SIAP DIGUNAKAN-Sejumlah anak tengah bermain di Pasar Depok yang baru selesai pembangunannya, Solo, Selasa (15/1). Pembagian kios Pasar Depok akan dibuat sistem undian.

BANJARSARI– Dishubkominfo Solo, memperkirakan pembangunan Pasar Depok berpotensi menambah titik kemacetan 25 persen dibanding kondisi sebelumnya.

Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, mengatakan, untuk mengantisipasi meningkatnya kemacetan di wilayah tersebut, sistem lalu lintas di sekitar Pasar Depok, akan dikaji ulang.

”Kita akan menghitung kebutuhan lahan parkir di sana untuk mengantisipasi kemacetan panjang. Karena, potensinya selama ini kami rasa sangat tinggi, khusunya ketika memasuki akhir pekan,” katanya, kepada Joglosemar, Minggu (3/2).

Menurutnya, tingginya potensi kemacetan di wilayah tersebut disebabkan oleh keberadaan para pedagang aksesori burung yang selama ini mangkal di sisi depan dan Selatan Pasar Depok.

Dia mengestimasikan, dengan adanya penambahan kios di dalam pasar, nantinya rata-rata satu kios berpotensi mampu menarik sekitar dua hingga tiga orang pelanggan baru.

”Jika itu dikalikan dengan total kios dan los yang ada di dalam pasar, pertumbuhan jumlah pelanggan baru bakal meningkat berlipat-lipat. Itu, belum termasuk Taman Burung yang segera didirikan di sisi Selatan pasar,” katanya.

Dengan kondisi tersebut dinas, memprediksikan potensi kenaikkan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi lokasi itu ke depan bakal mencapai 20 persen hingga 25 persen dari kondisi sebelumnya.

Tak hanya itu, ketika digelar lomba kicau burung setiap akhir pecan, atau momentum tertentu, volume kedatangan kendaraan melesat naik hingga menembus angka 200 persen.

”Maka dari itu, kita akan menyurvei ke sana terlebih dahulu. Momentum yang paling tepat adalah ketika pasar itu mulai beraktivitas kembali. Karena, daya tariknya sangat tinggi mengingat keberadaannya sebagai sentra penjualan burung hias berbagai jenis terbesar di eks Karesidenan Surakarta,” ucapnya.
Fariz Fardianto