JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market PT Konimex Bangun Hotel Senilai Rp 200 Miliar

PT Konimex Bangun Hotel Senilai Rp 200 Miliar

974
BAGIKAN
GROUND BREAKING HOTEL KONIMEX--Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo didampingi Direktur Utama PT Catur Putra Jati, Adijanto Joesoef mengoperasikan alat berat saat digelar ground breaking pembangunan hotel milik PT Konimex di Solo, Rabu (20/2). Investasi senilai Rp 200 milyar digelontorkan untuk pembangunan hotel yang dibangun di lahan seluas 12.156 meter persegi dan direncanakan 27 lantai tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
GROUND BREAKING HOTEL KONIMEX–Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo didampingi Direktur Utama PT Catur Putra Jati, Adijanto Joesoef mengoperasikan alat berat saat digelar ground breaking pembangunan hotel milik PT Konimex di Solo, Rabu (20/2). Investasi senilai Rp 200 milyar digelontorkan untuk pembangunan hotel yang dibangun di lahan seluas 12.156 meter persegi dan direncanakan 27 lantai tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO- Nilai investasi yang digelontorkan untuk membangun hotel milik PT Konimex yang berada di Pertigaan Faroka, Kerten, Solo sebesar Rp 200 miliar. Hotel yang berdiri di atas lahan seluas 12.156 meter persegi ini akan dibangun setinggi 27 lantai dan satu basement. Dan yang lebih menarik lagi, hotel ini memiliki konsep green building.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Catur Putra Jati, Adijanto Joesoef. Ia mengatakan, alasan PT Konimex merambah ke bisnis properti khususnya hotel ini lantaran dinilai sangat menjanjikan. Apalagi di Solo ini dari sarana prasarana dan infrastruktur sudah mendukung. Seperti Bandara Internasional Adi Soemarmo, sehingga banyak tamu baik itu pebisnis maupun wisatawan yang datang ke Solo.

“Hotel di pertigaan Faroka ini merupakan properti kedua kami. Yang pertama kami sudah memiliki satu hotel di Semarang dengan nama Holiday in Exspres. Kami menyiapkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan hotel di pertigaan Faroka ini,” terang Adijanto saat ditemui di sela-sela acara ground breaking hotel, Rabu (20/2).

Lanjut Adijanto, setelah dilakukan ground breaking maka pembangunan hotel segera dilakukan. Direncanakan untuk proses pembangunan berlangsung selama 30 bulan. “Rencananya pertengahan 2015 hotel sudah bisa dioperasikan,” imbuh Adijanto.

Hotel yang nantinya memiliki 251 kamar ini mengantongi berbagai fasilitas untuk memanjakan tamu. Di antaranya kolam renang, area fitnes, spa, garden, meeting room, serta ballroom dengan kapasitas 2.000-an orang. “Mungkin dari sisi fasilitas sama dengan hotel yang ada di Solo. Namun dari sisi pelayanan kami akan berbeda,” ujar Adijanto.

Untuk segmen pasarnya, hotel yang nantinya menghadap ke Jalan Slamet Riyadi ini akan menyasar berbagai kalangan. Segemn yang disasar wisatawan, pebisnis serta tamu Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Lokasinya yang berada di Kota Solo bagian barat ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak market dari wilayah barat. Lalu untuk operator hotelnya, dari pengembang belum menentukan mana yang akan dipilih. “Dan nama hotelnya juga belum dipastikan sekarang. Kami masih mikir-mikir dulu,” ujar Adijanto.

Yang membuat hotel milik PT Konimex ini mempunyai nilai lebih lantaran memiliki konsep green building. Salah satunya dengan mendaur ulang air limbah yang kemudian di proses untuk dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan sebagainya. Dwi Hastuti