Puluhan Hektar Padi Ludes, Petani Sambon Gropyok Tikus

Puluhan Hektar Padi Ludes, Petani Sambon Gropyok Tikus

436
GROPYOKAN TIKUS-Petani Desa Sambon Kecamatan Banyudono melakukan gropyokan tikus, Kamis (7/2). Serangan hama tikus membuat puluhan hektar lahan gagal panen dan membuat petani rugi. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Serangan hama tikus semakin merajalela, setidaknya di wilayah Kecamatan Banyudono. Desa Sambon, Banyudono serangan hama pengerat ini sudah meludeskan sekitar 30 hektar lahan padi petani. Petani pun kemudian berupaya keras membasmi hama ini termasuk dengan melakukan gropyokan tikus, Kamis (7/2).

Selain di Banyudono, Boyolali puluhan petani di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten  juga melakukan upaya yang sama.  Kegiatan tersebut diselenggarakan PT Tirta Invenstama Klaten melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Stakeholder Relation PT Tirta Investama Klaten, Ramadhan, mengatakan kegiatan pengendalian hama tikus ini merupakan program SEBAR untuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan atas kerjasama Paguyuban Sembada Lestari, Pemdes, Yayasan Insan Sembada (YIS) yang didukung oleh CSR PT Tirta Investama Klaten.“Pengendalian hama tikus dengan gropyokan ini rencananya dilakukan di enam desa di Kecamatan Polanharjo. Diantaranya, Desa Wangen, Polan, Karanglo, Keprabon, Kebonharjo dan Daleman. Hari pertama dimulai dari Desa Wangen dengan dibantu oleh 30 karyawan PT Tirta Investama Klaten,” ujar Ramadhan.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Gropyokan tikusKelompok Tani Krido Mulyo Sambon dilakukansepanjang pematang sawah setempat. Mereka membongkar tempat-tempat yang diduga menjadi tempat berkembang biak tikus seperti tumpukan jerami. “Soalnya seranganya terus meningkat, karena itu kami terus melakukan gropyokan,” ungkap Suranto, Ketua Kelompok Tani Krido Mulyo.

Serangan hama pengerat ini pun membuat petani kewalahan. Diperkirakan, serangan hama pengerat ini akan terus meningkat hingga Maret mendatang. Diakuinya, pola tanam di wilayahnya tidak serempak sehingga mata rantai hama tidak terputus.

Baca Juga :  300 Relawan Isi Kelas Inspirasi Boyolali

Terkait upaya pembasmian hama tikus ini, Marjoko, petugas lapangan Dinas Pertanian Kecamatan Banyudono, menyatakan sudah menyiapkan bahan untuk pengemposan, yakni belerang. Sehingga menurut dia, bagi petani yang menghendaki gropyokan, dapat langsung menghubungi pihaknya untuk mendapatkan belerang.

Serangan hama pengerat ini setidaknya sudah empat musim tanam ini dirasakan petani. Serangan hama berkepanjangan ini membuat petani susah, termasuk di Desa Jembungan, Banyudono. Serangan tikus ini bahkan tidak hanya menyasar tanaman padi yang masih muda,  namun padi yang siap panen pun tak luput dari serangan tikus. “Siapa yang tidak susah, sudah empat musim tanam atau setahun lebih terus diserang tikus,” kata Harto (61) petani Jembungan. Ario Bhawono|Angga Purnama

BAGIKAN