JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Puluhan Pasien RSUD Telantar

Puluhan Pasien RSUD Telantar

279
TELANTAR- Komisi IV DPRD Sukoharjo mengecek puluhan pasien yang telantar di ruang tunggu Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sukoharjo, Senin (4/2). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO-Puluhan pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sukoharjo telantar akibat pelayanan yang lambat, Selasa (4/2). Pelayanan yang seharusnya mulai diberikan pada pukul 07.00 WIB, kemarin baru dibuka pukul 11.30 WIB.

Mereka pun kecewa karena harus menunggu berjam-jam dan terlantar di sepanjang lorong poliklinik. Tak sedikit pula pasien dan penunggu ndlosor di lantai, lantaran kursi tunggu sudah dipenuhi oleh pasien lain.

Salah seorang pasien, Suminah warga Cebukan, Sonorejo, Sukoharjo mengaku baru kali ini berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sukoharjo. Namun, kesan pertama berobat sudah tidak menyenangkan. Dirinya memutuskan untuk ke poliklinik lantaran sakitnya tidak kunjung sembuh. “Kaki saya bengkak, jadi saya coba berobat ke sini. Saya tadi diantar suami,” kata dia saat ditemui Joglosemar di ruang tunggu poliklinik.

Nada kesal disampaikan suami Suminah, Warjono. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan yang sangat lambat. “Pelayanannya lama. Saya sudah lama menunggu. Kasihan yang sedang sakit kalau disuruh menunggu lama. Sejak jam 07.00 mendaftar, padahal saya masih harus mengantre karena dapat nomor 36. Ini baru belasan,” ujar dia.

Dari deretan para pasien, terlihat salah seorang Anggota DPRD Sukoharjo, Jumali. Dirinya menilai bahwa RSUD, dalam hal ini dokter yang bersangkutan, lambat dalam melayani pasien.  “Saya sejak pagi di sini, tapi baru dilayani siang. Menunggu seperti ini sangat menyita waktu saya dan pasien lainnya,” kata dia lagi.

Meski sudah banyak pasien yang mengantre, pihak rumah sakit juga tidak kunjung membuka pelayanan. Baru sekitar pukul 11.30 WIB satu per satu pasien dilayani dan diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Sukoharjo, Gunadi mengakui keterlambatan pelayanan khususnya di poliklinik penyakit dalam. Pasalnya, dua dari tiga dokter yang ada mengikuti pelatihan di RSUD Dr Moewardi, Solo. Alhasil, tersisa satu dokter, itu pun harus melayani pasien di bangsal. “Ya memang ini menjadi permasalahan bagi kami. Ada dua dokter yang mengikuti pelatihan di RSUD Dr Moewardi. Satu dokter melayani untuk bangsal dan poliklinik. Pelayanan poliklinik terlambat karena dokter harus mendahulukan bangsal terlebih dahulu,” kata Gunadi.

Melihat hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo, M Samrodin yang juga mendapatkan laporan yang sama meminta agar pihak RSUD bisa memperbaiki pelayanan kesehatan. “Kami harap masalah ini tidak terulang. Kasihan jika pasien harus menunggu terlalu lama,” ujar dia. Murniati 

BAGIKAN