Puluhan Sekolah di Solo Rusak

Puluhan Sekolah di Solo Rusak

364

Kerugian Puluhan Juta

Kerugian sekitar Rp 25 Juta, itu pun hanya untuk bangunan. Jika dengan LCD bisa lebih. (Sudadi | Kepala SMAN 2 Solo)

Joglosemar/Yuhan Perdana
DAMPAK ANGIN KENCANG-Kepala Sekolah SMA Negeri 2, Sudadi Mulyono saat meninjau ruang kelas yang atapnya roboh akibat terjangan angin kencang Rabu kemarin. Foto diambil Kamis (14/2).

SOLO – Akibat angin puting beliung dan hujan lebat, Rabu (13/2) sore, sejumlah sekolah di Kota Solo mengalami kerusakan. Diantaranya adalah SMAN 1 Solo, SMAN 2 Solo, dan SMKN 8 Solo.

Kepala SMAN 2 Solo, Sudadi Mulyono mengaku akibat dari angin puting beliung Rabu (13/2) sore, atap aula sekolah mengalami kerusakan hingga 40 persen. Demikian juga dengan beberapa ruang kelas lainnya. Seperti ruang kelas XII IPS 5 dan kelas XII IPS 6, serta kelas XI IPA 1.

“Ruang kelas XII IPA 1 sampai XII IPA 3 atap rusak. Ruang kelas baru gentengnya terbang. Kubah masjid juga terbang. Hujan dan angin ini sekitar pukul 16.15 WIB sampai malam,” jelas Sudadi saat ditemui wartawan di sekolah setempat, Kamis (14/2).

Dikatakan kerusakan terparah ada di ruang XII IPA 3 dimana plafon pecah karena kejatuhan genteng. Karena itu air masuk ke kelas. Diperkirakan ada enam Liquid Crystal Display (LCD) rusak karena terkena air hujan.

Karena kondisi ini maka siswa kelas X dan XI diminta untuk belajar di rumah supaya ruang kelas dapat digunakan untuk siswa kelas XII yang saat itu tengah ujian praktek. “Kerugian sekitar Rp 25 Juta, itu pun hanya untuk bangunan. Jika dengan LCD bisa lebih,” jelasnya.

Namun demikian, pada Kamis (14/2) pagi, Sudadi mengaku mulai bersih-bersih dan berbenah. Tukang sudah dipanggil dan telah memesan 1000 genteng. Ia mentargetkan dalam satu hari itu semuanya dapat diselesaikan dan pada hari Jumat (15/2), kelas yang rusak dapat digunakan kembali.

Ditemui terpisah, Waka Humas SMAN 1 Solo, Teguh mengatakan bahwa beberapa ruang di sekolah setempat mengalami kerusakan pasca hujan dan angin, Rabu (13/2) sore. Kerugian untuk bangunan yang dialami oleh sekolah diperkirakan sekitar Rp 40 Juta sampai Rp 50 Juta.

“Paling parah ruang multimedia. Plafon runtuh kerusakan sekitar 20 persen. Ruang kelas beberapa basah. Tetapi masih dapat digunakan. Jadi paginya siswa bersih-bersih ruang kelas,” terang Teguh. Bahkan ruang Tata Usaha (TU) juga kemasukan air sehingga dokumen-dokumennya basah.

Ditemui terpisah, Kabid Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Radik Karyanto mengaku sudah mulai ada laporan masuk secara lisan tentang kerusakan gedung sekolah karena angin dan hujan. “Di SMKN 8 Solo untuk auditorium paling parah. Tapi harapan kami tidak sampai ganggu pembelajarannya. Kami minta sekolah segera buat laporan tertulis dan akan kami tinjau,” jelas Radik.

Menurutnya bantuan khusus bencana belum ada. Karena itu akan dilihat kerusakan masuk dalam kategori rusak ringan, sedang atau berat. “Sementara bisa menggunakan dana komite,” katanya. Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN