JOGLOSEMAR.CO Foto Purnomo: All Out Rakyat Solo

Purnomo: All Out Rakyat Solo

259
BAGIKAN

Dituntut Sekompak Jokowi-Rudy

Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo
Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo

SOLO- Achmad Purnomo, akhirnya terpilih jadi Wakil Walikota (Wawali) Solo periode 2010-2015, Rabu (27/2). Usai terpilih dengan 34 suara anggota DPRD, dia berjanji all out atau sepenuhnya mengabdi untuk melayani rakyat Solo.

Sebagai komitmennya itu, ia berujar, akan meninggalkan 90 persen perusahaannya dan konsentrasi mengurus warga. ”Ya tidak melepas 100 persen. Tapi  hampir 90 persen perusahaan saya lepas sedikit demi sedikit. Kan ada anak-anak yang bisa bantu. Saya itu pasrah saja tidak firasat maupun mimpi apa(sehingga terpilih),” ujarnya.

Terpilihnya sebagai Wawali mendampingi Walikota Hadi Rudyatmo, ia harapkan sesuai harapan warga Solo. ”Saya dengan bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan niat saya bekerja keras untuk Kota Solo bisa sesuai harapan masyarakat. Saya bersyukur pemilihan ini berjalan lancar dan tertib,” ucapnya.

Purnomo resmi ditetapkan menjadi Wawali, setelah dipilih 34 suara DPRD. Sedangkan lawannya, Teguh Prakosa, hanya mendapat tiga suara. Satu suara abstain dan satu suara tidak sah. Purnomo bertekad untuk mendekatkan diri pada masyarakat kecil dan membantu setiap masalah yang dialami warga. ” Insya Allah selalu berada di tengah-tengah mereka (masyarakat). Serta membantu sepenuhnya Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo,” katanya.

”Mudah-mudahan, pasangan Rudy-Purnomo menjadi pasangan walikota dan wakil walikota paling ideal  di Indonesia. Kami pasti kompak dalam memimpin Kata Solo ke depan,” katanya. ”Yang penting, sekarang ini saya harus memenuhi janji saya untuk bekerja sekuat tenaga membantu Pak Rudy. Mudah-mudahan harapan masyarakat Solo terhadap saya bisa terpenuhi.”

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, menyatakan siap bekerja sama dengan Achmad Purnomo. Ia berharap terisinya kursi Wawali Solo yang kosong sejak enam bulan lalu itu, bisa membawa semangat baru di Kota Solo. ”Saya siap bekerja sama untuk membangun Kota Solo dan membantu masyarakat,” ucap Rudyatmo.

Ada pun  Calon Wawali pesaing Purnomo, Teguh Prakosa, mengaku bersyukur. Karena, meski jadi pesaing Purnomo, dia yang ketua Fraksi PDIP terbebani untuk memenangkan Purnomo, sesuai rekomendasi DPP PDIP. ”Saya tidak merasa dikalahkan. Karena saya bertugas untuk memenangkan dan mengomunikasikan bagaimana rekomendasi itu bisa terpilih,” akunya.

Proses pemilihan Wawali yang dimenangkan Purnomo itu, dihadiri 39 anggota Dewan dari 40 anggota Dewan. Satu anggota Dewan, Swatinawati dari Fraksi Partai Golkar Sejahtera (FPGS) tidak hadir, karena sakit. Namun, kehadiran 39 anggota Dewan itu memenuhi kuorum sesuai tata tertib pemilihan khusus (Tatibsus) Pemilihan Wawali.

Ketua DPRD Solo, yang pemimpin rapat paripurna, YF Sukasno, mengatakan, pemilihan Wawali kemarin sah.”Sesuai Tatibsus, pemilihan Wawali sudah memenuhi kuorum,” katanya.

Pemilihan Wawali dilakukan dengan voting, setelah tawaran dari pimpinan sidang kepada fraksi-fraksi DPRD Solo untuk musyawarah mufakat tidak disepakati. Dalam rapat tertutup selama 10 menit, dengan perwakilan fraksi-fraksi tidak disepakati pemilihan Wawali secara aklamasi.  “Sebelum pemilihan dilakukan, anggota Dewan silakan mengambil surat suara pada panitia,” katanya.

Proses pemilihan Wawali dihadiri Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, dua calon Wawali Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa yang duduk berdampingan di lokasi yang disediakan. SKPD, dan masyarakat umum juga ikut menyaksikan.

Usai memilih Purnomo, DPRD langsung mengirim hasil pemilihan tersebut ke Kemendagri. Pengiriman hasil paripurna itu untuk dimintakan surat keputusan (SK), sebagai syarat pelantikan yang akan dilangsungkan Maret nanti.

”Semua kelengkapan administrasi sudah selesai, ada semua sesuai dengan ketentuan Kemendagri. Harapannya berita acara ini diproses dan besok, Kamis (28/2) sudah bisa dikirim ke Kemendagri melalui Gubernur,” ujar Sukasno.

Kata Sukasno,  DPRD  tidak mempunyai kewenangan memverifikasi berkas administrasi calon Wawali. Seperti surat kelakuan baik, ijazah, riwayat hidup, kekayaan, maupun NPWP. ”Itu ada 25 item. Sudah komplit. Untuk kewenangan verifikasinya itu ada di Kemendagri,” paparnya.

Kendati demikian, kapan SK untuk Wawali Purnomo belum bisa dipastikan kapan turunnnya. Namun, pihaknya berjanji akan terus mengupayakan turunnya SK itu. ”Kalau Pak Rudy dulu itu cepat sekitar 10 hari. Tapi untuk ini saya bisa berharap cepat. Yang jelas kami akan aktif menanyakan prosesnya sejauh mana. Ini tugas Sekretaris Dewan ,” imbuh dia.

Setelah SK pengangkatan Achmad Purnomo sebagai Wawali dari Mendagri, turun, DPRD baru menjadwalkan pelantikan Purnomo. ”Kami menunggu SK itu turun  dan menunggu pelantikan. Target awal sampai pertengahan Maret sudah bisa diterima SK dari Kemendagri itu,” paparnya.

Terpilihnya Purnomo, ia berharap bisa membantu tugas walikota. Seperti pengawasan internal eksekutif, tentang perempuan ibu dan anak, maupun lingkungan Solo. ”Saya yakin bisa kompak seperti Jokowi-Rudy. Apalagi walikota tahu bisa berbagi peran dengan wakilnya dan Pak Purnomo pasti tahu tugasnya,” paparnya.

Sementara itu, Sekda Solo, Budi Suharto, yakin Purnomo bisa meringankan kerja walikota. ”Selama ini pengawasan internal langsung dipegang walikota dibantu Sekda dan Inspektorat. Nanti bisa berkurang bebannya karena ada Wawali terpilih,” ujarnya.

Budi menambahkan, Wawali terpilih bisa klop dan kompak dengan walikota. ”Jadi tidak lagi menanyakan visi misi Wawali. Visi misinya itu ya visi misinya walikota, karena itu satu lembaga. Harus kompak.” Ari Welianto