JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Raih Medali Emas OSN XI, 6 Siswa Tagih Janji Mendiknas

Raih Medali Emas OSN XI, 6 Siswa Tagih Janji Mendiknas

1203
BAGIKAN

Hingga enam bulan berjalan belum ada sinyal dari Kemendiknas atau dari pihak PTN terkait realisasi dispensasi khusus bagi peraih emas Olimpiade Sains Nasional (OSN).

 

SRAGEN—Enam pelajar SMA asal Sragen peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) XI di Jakarta tahun 2012 kembali mempertanyakan tindak lanjut janji Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh yang katanya menjamin mereka bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes. Pasalnya, hingga mendekati masa pendaftaran masuk PTN saat ini, janji tersebut belum kunjung direalisasi.

YUSUF AZMI
Siswa Peraih Medali Emas Olimpiade Sains

Enam siswa itu, lima di antaranya dari Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong. Mereka adalah Kharis Lazuardi, Titis Setyobudi, Moh Yasya, M Ridwan, dan Ammar Fathin. Sedang satu putra daerah Sragen asal Peloksepur, Bener, Ngrampal,  Yusuf Azmi yang juga meraih emas Bidang Biologi mewakili SMA Semesta Semarang.

Kepala SBBS Gemolong, Nur Cipto mengatakan hingga enam bulan berjalan belum ada sinyal dari Kemendiknas atau dari pihak PTN terkait realisasi dispensasi khusus bagi peraih emas OSN itu. Padahal, para siswa sangat berharap segera ada kepastian, sehingga tidak perlu risau lagi mengenai masa depan mereka di perguruan tinggi nanti.

“Belum ada. Sampai sekarang tawaran yang masuk baru dari perguruan tinggi swasta. Padahal kami sangat mendukung komitmen Kemendiknas itu, karena perjuangan meraih emas OSN itu tidak mudah sebab harus bersaing dengan pelajar terbaik se-Indonesia,”  paparnya, Minggu (3/2).

Sementara, Yusuf Azmi (18), peraih emas bidang Biologi yang tinggal di Bener, Ngrampal mengatakan belum adanya kepastian itu, menghadapkannya pada situasi dilematis. Sebab ia kini harus berbagi konsentrasi antara mempersiapkan tampil mewakili International Biology Olimpiade (IBO) di Swiss Juni mendatang, dan konsentrasi belajar menghadapi Ujian Nasional (UN) serta ujian masuk PTN seandainya jalur khusus tidak didapat. “Saya hanya bisa berharap mudah-mudahan ada kebijaksanaan dari Pak Menteri,” ujar pelajar yang berhasrat masuk di Fakultas Kedokteran UGM itu.

Yusuf membenarkan, selain Mendiknas, jaminan masuk PTN tanpa tes itu juga pernah disampaikan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kemendiknas, Totok Suprayitno, 31 Agustus 2012 atau tiga hari menjelang OSN dibuka. Kala itu, Totok mengatakan kementerian berwenang untuk memberikan prioritas kursi bagi peraih emas OSN di PTN terkemuka di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Adi Dwijantoro melalui Kabid Pendidikan Menengah, Sunari mengatakan dinas akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan siap membantu mengeluarkan rekomendasi untuk para peraih emas OSN tersebut yang akan mendaftar ke PTN. “Sekolah nanti mendaftarkan dulu ke PTN dengan melampirkan piagamnya, nah dinas nanti merekomendasi. Saya yakin PTN akan bijak,” tandasnya.

Wardoyo