JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Rasyid Rajasa Terancam 6 Tahun Penjara

Rasyid Rajasa Terancam 6 Tahun Penjara

303
Rasyid Rajasa

JAKARTA-Sidang kasus kecelakaan dengan terdakwa Rasyid Rajasa mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (14/2). Dalam sidang perdana itu, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa dijerat dua pasal UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Ia datang di pengadilan dengan ditemani ibundanya, Ny Okke. Rasyid datang sekitar pukul 10.05 WIB di PN Jakarta Timur, dengan mengenakan kemeja bergaris biru dengan celana hitam. Sejumlah kolega Rasyid juga hadir. Sebagian besar mengenakan kemeja merah. “Kita teman-temannya Rasyid waktu di London,” kata salah satu teman Rasyid yang enggan ditulis namanya.

Begitu datang, Rasyid langsung duduk di kursi terdakwa. Pihak keluarga duduk di kursi pengunjung di bagian belakang. Penjagaan di ruang sidang tidak terlalu ketat. Puluhan polisi disebar di sekitar ruang sidang. Sidang dimulai sekitar pukul 10.10 WIB.

Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan di Tol Jagorawi KM 3.350 pada 1 Januari lalu. Ketika itu saat mengendarai mobil BMW X5 menabrak bagian belakang mobil Daihatsu Luxio dengan kecepatan lebih dari 100 KM/Jam. Akibat peristiwa itu, lima orang penumpang Luxio yang berada di jok belakang terlempar keluar mobil dan mengenai aspal serta galvanis (pagar pembatas tol yang terbuat dari beton). Benturan keras mobil Rasyid mengakibatkan pintu belakang Luxio sehingga penumpang terpental keluar.  Dua orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga lainnya selamat kendati mengalami luka-luka.

Atas perbuatan tersebut, Rasyid dijerat dengan dua pasal yakni Pasal 229 ayat 4 UU LLAJ yang berisi tentang kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan Pasal 310 ayat 4 UU tentang kecelakaan lalu lintas akibat mengendarai kendaraan dengan lalai dan subsider pasal 310 ayat 3.

Dalam sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Suharjono ini berjalan dengan lancar. “Bagaimana saudara terdakwa, apakah sudah mengerti dengan dakwaan yang tadi dibaca?” tanya Suharjono.

Rasyid menjawab singkat, “Mengerti.”

Kuasa hukum Rasyid tak memberi tanggapan terhadap dakwaan tersebut.

“Saat pembacaan dakwaan selesai, kuasa hukum ditanya apakah akan melakukan tanggapan dakwaan atau tidak , mereka tidak menanggapi sidang akan dilanjutkan besok (Senin) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Ketua JPU, Soimah.

Sebagai informasi, pasal 229 ayat (4) berbunyi “Kecelakaan Lalu Lintas berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat”.

Hukuman pidana terkait pasal itu adalah pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.  Hukuman pidana untuk pasal 310 (4) juga sama, yaitu pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.

Terpisah, Pengacara Rasyid Rajasa menyebut kliennya sebagai korban dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi yang menyebabkan dua orang tewas. Kecelakaan tersebut tidak sepenuhnya kesalahan Rasyid.

“Perlu kami sampaikan bahwa klien kami termasuk korban atas kecelakaan tersebut. Sebagaimana telah diketahui adanya peristiwa ini, klien kami menderita tekanan psikis karena tidak ada satu pun yang menginginkan kecelakaan,” ujar kuasa hukum Rasyid, Riri Purbasari Dewi, dalam rilis yang diterima wartawan, Kamis (14/2).

Riri mengatakan, kecelakaan yang dialami Rasyid merupakan musibah yang tidak diinginkan semua orang. “Dapat dikatakan kecelakaan tersebut adalah sebuah musibah dari Allah SWT. Bukan mutlak kesalahan klien kami,” ujarnya.

Sementara itu, sang ayah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan Rasyid akan patuh terhadap proses hukum. “Biarkanlah proses hukum berjalan di negeri ini dengan baik. Saya dan keluarga saya selalu mematuhi hukum dengan baik. Insya Allah, saya dan Rasyid akan patuh pada hukum,” ujar Hatta di Kantor Presiden, Kamis (14/2). Detik

BAGIKAN