JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Ratusan Ayam Mati Misterius

Ratusan Ayam Mati Misterius

361
BAGIKAN
Ratausan ekor ayam mati misterius
Ratausan ekor ayam mati misterius

KLATEN – Warga Desa Krakitan Kecamatan Bayat dibuat resah menyusul ratusan ekor ayam milik warga mati secara misterius. Diduga, matinya ratusan ayam tersebut akibat serangan hewan liar yang masuk ke dalam kandang ayam.

Warga Dusun Winong Desa Krakitan, Wagiyo, mengatakan dugaan sementara ayam milik warga diserang anjing liar yang memasuki pemukiman warga untuk mencari makan. Hal ini berdasarkan bekas gigitan pada bangkai ayam dan terjadi sejak sepekan terakhir. “Sebagian besar ayam yang mati terdapat luka di bagian leher ayam. Kemungkinan karena diserang anjing liar yang berasal dari hutan,” paparnya saat ditemui wartawan, Kamis (21/2).

Menurutnya, setiap pagi warga menemukan puluhan bangkai ayam dengan keadaan sudah tercabik-cabik di dalam kandang. Hingga sepekan ini diperkirakan lebih dari 300 ekor ayam mati secara misterius. Kecurigaan warga juga diperkuat dengan banyaknya ditemukan jejak kaki mirip anjing yang ditemukan di sekitar kandang ayam. “Setiap pagi selalu ada ayam warga yang mati tercabik-cabik. Di sekitar kandang juga ada jejak yang mirip dengan kaki anjing, kemungkinan besar datangnya dari hutan di seberang desa,” kata Wagiyo.

Keresahan warga semakin menjadi menyusul serangan hewan liar tersebut semakin banyak dan meluas. Kondisi tersebut membuat warga melakukan penjagaan secara ekstra setiap malam. Bahkan, sebagian warga juga bersiaga dengan membawa senjata tajam dan senapan angin saat berjaga. Penjagaan dilakukan secara bersama-sama melalui poskamling yang digelar di desa.

Kepala Desa Krakitan, Sunudi, menambahkan anjing liar mulai masuk ke perkampungan warga di duga akibat semakin minimnya ketersediaan makanan yang berada di dalam hutan. Menurutnya, kejadian tersebut baru kali pertama terjadi di wilayah ini. Sejauh ini belum ada angka pasti berapa jumlah ternak ayam warga yang mati akibat serangan tersebut. Kerugian diperkirakan hingga mencapai ratusan juta rupiah. “Rata-rata warga yang menjadi peternak ayam memiliki 200 ekor ayam dan banyak yang mati hingga setengahnya. Sejauh ini kami belum melaporkannya ke pemerintah. Peternak yang mendapati ayam ternaknya mati, memilih langsung menguburkannya,” ujarnya.

Angga Purnama