JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ratusan Mr X Muncul Sebelum Pilkada 2011

Ratusan Mr X Muncul Sebelum Pilkada 2011

302
BAGIKAN
Klarifikasi nama calon pemilih berinisial Mr X

SRAGEN—Misteri di balik kemunculan ratusan nama calon pemilih berinisial Mr X dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) perlahan mulai terkuak. Hasil klarifikasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sragen ke kepala desa dan pihak Kecamatan Masaran diperoleh keterangan, ratusan Mr X itu ternyata diakui sudah muncul jauh-jauh hari sebelum Pilkada Sragen digelar tahun 2011.

Kepala Desa Jati, Kecamatan Masaran, Karnawan saat diklarifikasi Panwaslu, Jumat (8/2), mengaku juga kaget saat mengetahui pada DP4 untuk desanya masih terdapat nama-nama yang tertulis inisial maupun yang tertulis Mr X maupun Mr XX. Padahal, sepengetahuannya data itu sudah pernah diajukan untuk penghapusan sejak diketahui muncul dalam DP4 untuk Pilkada Sragen tahun 2011. “Saat itu kami sudah langsung melakukan upaya penghapusan, tapi kok muncul lagi. Faktanya memang tidak ada warga kami yang namanya Mr X dan inisial,” ujarnya di hadapan tim Panwaslu Sragen.

Mengenai kemunculan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada setiap nama Mr X itu, dirinya mengaku tidak tahu karena yang mengeluarkan NIK adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcatpil).

Senada, Kasie Pemerintahan Kecamatan Masaran, Edi Widodo, yang hadir mewakili Camat Masaran, Wisarto Sudin juga mengatakan karena pusat entri data secara online dikendalikan satu pintu di Dispendukcatpil, maka kecamatan tidak bisa serta merta melakukan penghapusan. Ia menengarai, munculnya Mr X itu kemungkinan karena ada penduduk pindah atau meninggal tanpa melapor secara resmi ke pihak desa.

Ketua Panwaslu Sragen, Slamet Basuki mengatakan pemanggilan itu menindaklanjuti instruksi Bawaslu Provinsi Jateng terkait temuan ribuan calon pemilih misterius di DP4 Sragen. Nama Mr X itu ditemukan di lima desa di Kecamatan Masaran di antaranya Sepat, Jati, Pilang, Sidodadi, dan Masaran. Hingga kini pihaknya masih menunggu kehadiran empat Kades lagi yang sampai panggilan kedua kemarin belum bersedia hadir.

Dari klarifikasi sementara, Slamet menyimpulkan kuat dugaan munculnya ratusan Mr X itu memang sudah lama dan terjadi pembiaran oleh Dispendukcatpil Provinsi. Sebab, hasil klarifikasi dari Dispendukcatpil Sragen beberapa hari lalu, pihak dinas sudah pernah mengajukan penghapusan ke provinsi. Wardoyo