Rawan Mesum, Indekost Ditertibkan

Rawan Mesum, Indekost Ditertibkan

428
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO- Menjamurnya indekost di wilayah Kecamatan Kartasura dinilai rawan terhadap penyimpangan, mulai dari perbuatan mesum hingga penyalahgunaan Narkoba. Oleh karena itu, pihak Kecamatan Kartasura akan melakukan penertiban.

“Kami akan memulai pendataan pada pemilik indekost dan mengarah ke lokasi indekost, jumlah kamar, dan penghuni. Kami juga akan melakukan penertiban untuk mengantisipasi penyalahgunaan indekost bagi para penghuninya,” kata Camat Kartasura, Bahtiyar Zunan, Rabu (20/2).

Dikatakan, indekost sangat rawan terhadap hal-hal yang menyimpang. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin kecolongan atas tindakan menyimpang di sana.

Data Kecamatan Kartasura menyebutkan, ada lima desa yang memiliki kamar-kamar indekost yakni Gonilan, Pabelan, Gumpang, Makamhaji, dan Pucangan. Daerah-daerah tersebut berada di kawasan kampus dan pabrik, sehingga menjamur indekost.

Menurutnya, dalam satu desa diperkirakan ada ratusan lokasi indekost dengan ribuan penyewanya. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya, pasalnya belum ada data lengkap.

Data sementara menyebutkan, penghuni indekost berasal dari warga di luar Kartasura. Dengan demikian, perlu adanya pendataan ulang dari para pendatang. “Penyewa kamar biasanya mahasiswa dan buruh pabrik. Kami harus memiliki data dan identitas mereka,” kata dia lagi.

Pihaknya menegaskan tidak melarang adanya indekost di wilayahnya. Pasalnya, keberadaan kamar sewaan itu juga bisa menggerakkan ekonomi rakyat, sehingga meningkatkan pendapatan warganya. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi indekost. Hanya saja, Zunan mengatakan kesadaran pemilik indekost masih kurang. Indikasinya, mereka banyak yang belum tertib dalam membayar retribusi itu. Murniati

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR