JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Ribuan Jiwa Terancam Banjir Lahar Dingin

Ribuan Jiwa Terancam Banjir Lahar Dingin

364
AMBROL - Warga menunjukkan tanggul Kali Woro yang ambrol di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Selasa (26/2). Ambrolnya tanggul tersebut mengancam keselamatan warga yang bermukim di bantaran Kali Woro. Joglosemar/Angga Purnama
AMBROL – Warga menunjukkan tanggul Kali Woro yang ambrol di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Selasa (26/2). Ambrolnya tanggul tersebut mengancam keselamatan warga yang bermukim di bantaran Kali Woro. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Tanggul Kali Woro di Dukuh Woro Desa Sukorini Kecamatan Manisrenggo ambrol sepanjang 15 meter.  Tanggul ambrol karena banjir, Minggu (24/2) lalu.

Dari pantauan Joglosemar di lokasi, material tanggul yang berupa batuan dan tanah padat longsor ke dasar sungai setelah fondasi tanggul ambrol diterjang arus deras. Kondisi tanah tanggul yang gembur setelah diguyur hujan beberapa hari sebelumnya juga membuat tanggul yang berada di dekat Dam Sukorini itu mudah ambrol.

Jumino (55) warga sekitar mengatakan tanggul tersebut ambrol setelah arus Kali Woro bagian atas mengalir deras dalam kurun waktu seminggu sebelumnya. Menurutnya, pada musim hujan dengan intensitas hujan tinggi seperti saat ini seringkali membuat sungai itu banjir. “Arus deras terus menggerus tanggul. Hingga pada hari Minggu lalu tanggul jadi ambrol tersapu banjir,” paparnya saat ditemui di lokasi, Selasa (26/2).

Kondisi tersebut membuat warga yang berada di pinggiran Kali Woro menjadi waswas. Terlebih kondisi Dam Sukorini juga sudah mengkhawatirkan karena fisik bangunan sudah retak. “Kondisi Dam juga sudah sangat memprihatinkan. Bahkan fondasi Dam sudah jebol hingga air sungai mengalir pada bagian bawah Dam,” kata dia.

Warga lainnya, Jobir Karnali (46), mengatakan kondisi tanggul di kanan-kiri Dam juga sudah retak-retak. “Warga khawatir Dam akan jebol saat banjir besar datang. Apalagi material lahar dingin masih cukup banyak di bagian hulu Kali Woro,” jelasnya.

Sementara itu, Kaur Umum Desa Sukorini, Prayitno, mengatakan ambrolnya tanggul dan retaknya Dam Sukorini membuat sekitar 1.200 jiwa atau 300 keluarga terancam banjir lahar dingin Gunung Merapi. Menurutnya, mereka adalah warga Dukuh Sonokeling dan Tegalcandran, Desa Sukorini serta Dukuh Tegal Bepeng, Desa Kecemen. “Di wilayah kedua desa terdapat ribuan jiwa yang tinggal di dekat dengan tanggul. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena sewaktu-waktu dapat terkena bencana banjir lahar dingin,” ungkap Prayitno.

Menurutnya, Dam Sukorini saat ini dalam kondisi retak dan sebagian ambrol akibat terjangan lahar dingin saat hujan deras sepekan lalu. Kerusakan tersebut tentunya akan menghambat laju aliran lahar dingin saat hujan kembali tiba. “Jika aliran lahar dingin tersumbat maka tidak menutup kemungkinan aliran akan meluber hingga ke pemukiman penduduk di bantaran Kali Woro,” ujarnya. Angga Purnama

BAGIKAN