JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Ribuan KK Masih Ngganthol Listrik

Ribuan KK Masih Ngganthol Listrik

294
BAGIKAN

WONOGIRI-Akibat belum terjangkau aliran listrik, sebanyak 4.737 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Wonogiri terpaksa masih ngganthol listrik dari tetangganya. Mereka yang hidup tanpa aliran listrik resmi dari PLN itu tersebar di 152 dusun di 15 kecamatan.

Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral, Arso Utoro mengatakan perluasan jaringan PLN di Wonogiri masih harus melewati jalan panjang. Hal itu akibat terkendala kondisi demografi yang bergunung.

“Pihak PLN juga berpikir panjang untuk memasang tiang listrik di wilayah pegunungan, karena KK yang belum mendapat listrik kebanyakan tersebar dan hanya sedikit sehingga tidak sebanding dengan biaya pembangunan jaringan,” kata Arso, Kamis (31/1).

Menurutnya, pemasangan jaringan baru dari bantuan dana APBN setiap tahunnya makin berkurang. Sejak awal 1990-an, pemerintah pusat menganggarkan perluasan jaringan dan kian lama jumlah pemasangan kian berkurang. Ini karena wilayah yang kini belum terjamah listrik PLN berada di bukit dan gunung terpencil.

“Untuk pemasangan dengan biaya APBD Kabupaten hanya cukup untuk lima sampai enam dusun. Tahun ini sekitar Rp 700 juta. Sementara masih ada 152 dusun yang belum terjangkau jaringan. Hanya ngganthol. Bahkan di wilayah dekat kota pun masih ada,” lanjutnya.

Salah satu wilayah yang belum teraliri listrik ialah di Dusun Kolotoko, Sendang, Wonogiri. Setidaknya ada 19 KK dalam satu RT yang masih ngganthol dengan mengulur kabel listrik sekitar satu kilometer. “Selain berisiko ada warga tersengat aliran listrik, ngganthol listrik juga tidak bisa maksimal digunakan. Paling hanya untuk lampu saja,” kata Budi Hardono, Kepala Desa Sendang.

Akses menuju dusun ini memang hanya jalan setapak. Pihak PLN sudah ada yang datang menyurvei namun keterbatasan anggaran dari pusat menjadi kendala. Terlebih wilayah itu termasuk wilayah pegunungan. Budi mengatakan warga siap secara sukarela membuat tiang listrik dari kayu jati.

Tokoh masyarakat setempat, Panut Boma Sunardja mengatakan sudah mengusulkan kepada salah satu Ketua Komisi DPR RI agar membangun jalan setapak. “Sudah ada tanggapan. Jika ada akses jalan yang mudah maka PLN dengan mudah bisa memperluas jaringan,” terang dia. Eko Sudarsono