JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo RSUD Rugi Milaran, Pemkot Santai

RSUD Rugi Milaran, Pemkot Santai

424
BAGIKAN
PEMBENTUKAN BLUD – Pekerja membersihkan kaca di lantai 2 RSUD Ngipang, Solo, Senin (11/2). Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarsari, bakal terwujud pada April 2013 mendatang. Joglosemar/Abdullah Azzam

BALAIKOTA- Pemkot Solo santai menanaggapi kerugian  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang mencapai miliaran rupiah. Sekda Solo, Budi Suharto berpendapat RSUD bukan perusahaan profit oriented, sehingga kerugian RSUD tidak masalah.

Budi mengatakan, RSUD dibangun bukan sebagai mesin uang Pemkot untuk meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD). ”Jangan sampai bepikir layanan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mesti untung. Banyak BLUD yang tidak harus seperti itu,” ujarnya, Selasa (12/2).

Menurutnya, derajat kesehatan harus diwujudkan lewat layanan RSUD. Artinya, berapa nilai besaran kerugian tetap harus ditutup. Karena RSUD adalah soal aspek kecepatan pelayanan yang butuh respons cepat.

”Tidak mugkin mau beli infus harus menunggu triwulan berapa dulu. Tidak harus menunggu dana APBD cair. Kebutuhan membeli alat ya pada saat itu juga harus beli,” katanya.

Sedangkan pola pengeloaaan keuangan (PPK) BLUD RSUD itu, sama sekali jauh dari urusan untung atau provit. ”Namanya juga BLUD, tombok berapa besarpun harus ditutup dan dilunasi. Jangan sampai keliru melihat BLUD jadi mesin uang. Tidak sama sekali,” tegasnya.

Ditanya apakah kerugian RSUD itu tidak membebani APBD? Budi menjawab diplomatis. ”Bidang kesehatan itu, sifatnya wajib. Seperti bidang pendidikan itu kan juga mengeluarkan dana besar untuk subsidi pendidikan gratis. Jadi tidak masalah. Jangan memandang rugi,” katanya.

Bahkan, jika BLUD RSUD terbentuk, Sekda tidak keberatan jika Pemkot harus memberikan subsidi. ”Subsidi itu tidak masalah. Kami tegaskan kembali, Pemkot mengutamakan pelayanan, bukan profit. Berbeda dengan perusahaan daerah (Perusda), itu harus profit oriented.” Muhammad Ismail