JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Rudal Korsel Bidik Kim Jong-Un

Rudal Korsel Bidik Kim Jong-Un

377
BAGIKAN

Dengan rudal ini, kita mampu menyerang segala macam fasilitas dan bangunan, perlengkapan ataupun target-target individu di seluruh wilayah Korut, pada waktu kapanpun yang kami pilih.”

Mayor Jenderal Ryu Young-Jeo

Pejabat Militer Korsel

LUNCURKAN RUDAL. Kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan meluncurkan rudal jelajah dalam sebuah simulasi di lokasi yang dirahasiakan, Kamis (14/2). Media setempat melaporkan bahwa kementerian pertahanan telah meluncurkan rudal-rudal jelajah yang dapat menghantam semua bagian dari Korea Utara, setelah Korea Utara kembali melancarkan uji nuklir ketiganya Selasa kemarin. ANTARA/REUTERS/South Korean Navy/Handout

SEOUL–Dua hari setelah uji coba nuklir Korea Utara (Korut), pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan rencana peluncuran rudalnya. Rudal milik Korsel ini diklaim mampu menjangkau wilayah Korut, bahkan hingga ke kantor pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

Untuk menunjukkan kehebatan rudalnya, Kementerian Pertahanan Korsel sengaja mengundang sejumlah wartawan setempat. Mereka menunjukkan video khusus tentang aktivitas peluncuran rudal mereka dari kapal perang dan kapal selam.

“Rudal jelajah yang ditunjukkan hari ini (kemarin, red)merupakan senjata yang bisa dikendalikan yang mampu mengidentifikasi dan menyerang jendela kantor markas komando Korut,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan, Kim Min-Seok, seperti dilansir AFP, Kamis (14/2).

Lebih lanjut, Kim menyatakan, rudal Korsel tersebut memiliki kekuatan penghancur yang mematikan. Rudal tersebut, menurut Kim, juga mampu melawan aktivitas musuh selama masa perang.

“Dengan rudal ini, kita mampu menyerang segala macam fasilitas dan bangunan, perlengkapan ataupun target-target individu di seluruh wilayah Korut, pada waktu kapanpun yang kami pilih,” timpal Mayor Jenderal Ryu Young-Jeo dari militer Korsel.

Sementara itu, para ahli Korea Selatan mengatakan mereka tidak mendeteksi isotop radioaktif dari uji coba nuklir Korea Utara, yang menghambat upaya mengakses peralatan yang digunakan. Delapan sampel sudah dianalisis dan tidak ditemukan kandungan radioaktif, seperti dinyatakan Komisi Keamanan dan Keselamatan Nuklir Korea Selatan.

Jika ditemukan, khususnya gas xenon, maka akan bisa membantu para ahli untuk memastikan apakah uji coba menggunakan peralatan berbasis plutonimun atau uranium.

Tak lama setelah uji coba nuklir Korea Utara berlangsung, pesawat dan kapal Korea Selatan langsung dikerahkan untuk mengumpulkan sampel. Jepang juga langsung menerbangkan pesawatnya untuk tujuan yang sama.

“Dua hari setelah uji coba nuklir Korea Utara, komisi telah menyelesaikan analisis atas delapan sampel dan tidak ada isotip radioaktif yang ditemukan hingga pukul 15.00 Kamis,” tulis pernyataan komisi.

Ditambahkan bahwa tidak ada juga perubahan yang tercatat dalam 122 sistem pemantau radiasi yang tersebar di Korea Selatan. Pengumuman ini muncul bersamaan dengan berlangsungnya latihan militer Korea Selatan di kawasan perbatasan, Kamis (14/2).

Sikap Korsel yang sedikit keras ini dipicu oleh uji coba nuklir yang dilakukan Korut pada Selasa (12/2) lalu. Uji coba nuklir Korut kali ini menunjukkan kekuatan yang lebih dahsyat. Bahkan getaran seismik yang dipicu oleh uji coba di lokasi Punggye-ri itu dideteksi di beberapa negara.

Sebelumnya Korea Utara sudah dua kali melakukan uji coba nuklir, yaitu pada tahun 2006 dan 2009, yang melibatkan plutonium, namun uji coba ketiga diperkirakan berkaitan dengan program pengayaan uranium.

Uji coba nuklir yang ketiga ini memicu kecaman dari berbagai negara, termasuk dari China yang merupakan sekutu erat pemerintah Pyongyang. Kementerian Luar Negeri China menyebutnya sebagai perilaku provokatif namun pada saat bersamaan menyatakan keengganan untuk menerapkan sanksi yang lebih keras atas Korea Utara.

Amerika Serikat dan sejumlah negara dilaporkan masih melakukan koordinasi untuk menanggapi uji coba tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan, pihaknya saat ini tengah memusatkan tenaganya untuk mendesakkan sanksi keras dari Dewan Keamanan PBB bagi Pyongyang.

“Persenjataan nuklir Korea Utara dan program balistik rudal di negara tersebut sekarang ini bukan hanya merupakan ancaman bagi Amerika Serikat melainkan juga bagi keamanan dan perdamaian dunia,”tegas Kerry.  Detik | Okezone