JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Rudy: Kosongkan Hunian di Talut Kali Anyar

Rudy: Kosongkan Hunian di Talut Kali Anyar

600
BAGIKAN

BALAIKOTA- Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy), minta warga yang tinggal di atas tanggul utama (Talut) Kali Anyar, Nusukan, Banjarsari, segera mengosongkan hunian.

Menurutnya, keberadaan sejumlah hunian itu, menyulitkan Pemkot untuk mempebaiki Talut yang ambrol. Walikota mengecek langsung kondisi Talut Kali Anyar, Jumat(1/2).

Dari pengecekan itu, dia mengetahui, jika warga yang menghuni sejumlah rumah tersebut, sifatnya mengontrak. ”Bagi warga yang masih tinggal di bangunan di atas Talut Kali Anyar, segera saja menempati Pondok Boro,” ujarnya.

Kata Rudy, ada tujuh kepala keluarga (KK) yang tinggal di atas Talut Kali Anyar. Setelah dicek, ternyata kerusakan Talut sudah parah dan bisa membahayakan warga yang tinggal di kawasan Talut tersebut.

”Jika sampai turun hujan dengan intensitas tinggi, pasti akan membuat kerusakan Talut lebih parah. Bagi warga disarankan untuk tinggal sementara di Pondok Boro sampai ada solusi dari Pemkot,” ucapnya.

Pemkot, katanya, bisa membenahi Talut itu, jika kawasan itu sudah steril dari hunian. Sebaliknya, jika hunian masih berdiri, perbaikan Talut akan sulit dilakukan. Menurutnya, perbaikan Talut itu pun, akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

BBWSBS akan membenahi Talut, sedangkan tugas Pemkot akan menyelesaikan soal hunian warga itu. Kepala DPU, Agus Djoko Witiarso, mengatakan, pihaknya akan mencari solusi dalam penanganan Talut Kali Anyar itu, meski Pemkot tidak memiliki anggaran perbaikan Talut. ”Kalau bicara kewenagan, kita bicara siapa yang lebih mampu saja. Dalam hal ini Pemkot tidak mampu karena tidak ada anggaran,” ucapnya.

Menurutnya, ada sekitar tujuh sampai 10 rumah yang berada di atas Talut Kali Anyar. Kondisi Talut yang dibangun di era Kolonial Belanda itu, tidak layak jika di atasnya dijadikan hunian. Karena, struktur tanahnya labil.

Rencananya, perbaikan sementara, akan diambilkan dari dana darurat di DPU. Namun, sebelumnya akan didata ulang, tingkat kerusakan Talut tersebut. ”Nilai anggaran belum dapat dipastikan, karena belum mengetahui detail kerusakannya. Yang jelas, jika mendesak dan diperlukan, akan diambilkan dana darurat.” Muhammad Ismail