JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Saksi Sebut Rasyid Beri Santunan

Saksi Sebut Rasyid Beri Santunan

239
BAGIKAN

SIDANG RASYID RAJASA.JAKARTA-Sidang kasus kecelakaan dengan terdakwa Rasyid Rajasa, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/2). Dalam sidang kedua tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi.

Putera bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu tiba ditemani ibunda Okke Rajasa dan kekasihnya, Prilla Kinanti.

Sidang yang dipimpin oleh hakim Soeharjono itu menghadirkan saksi pertama Frans Bonar Sirait. Dia, pengemudi angkutan gelap Luxio hitam yang ditabrak mobil BMW X5 Rasyid dari belakang. Dalam kesaksiannya Frans mengaku tidak mengenal 10 orang penumpang yang berada di mobilnya. Kendati demikian, dia tak mau disebut sebagai sopir angkutan omprengan. Para penumpang naik mobilnya saat hendak mengambil ayam. “Jadi saat itu saya ke Cawang, telah sampai ke sana saya mau ambil ayam saya. Nah saat menunggu ayam saya bayak orang yang mau menumpang. Jadi di situ banyak penumpang saya naikin,” jelas Frans kepada majelis hakim.

Mendengar keterangan Frans tersebut, tim kuasa hukum Rasyid Rajasa mengajukan bukti. Mereka memperlihatkan foto mobil Luxio Frans yang dimodifikasi untuk menambah jumlah penumpang. Foto itu kemudian diajukan ke meja hakim. Namun tak ada keterangan lebih lanjut soal ini dari Frans. Selain soal penumpang, majelis sempat mempertanyakan apakah Frans diberi uang oleh terdakwa Rasyid. Dia pun membantahnya. “Tidak pak, komunikasinya dengan penyidik. Pihak korban sudah disantuni semua,” terangnya.

Pascakejadian, Rasjid memberikan santunan kepada para korbannya. “Ada, santunan dari keluarga (terdakwa),” kata saksi Eman.

Namun Eman tidak menjelaskan secara rinci santunan tersebut sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya Reyhan, anaknya. Istri Eman, Enung juga ditanyakan hal yang sama dan Soeharjono memperinci pertanyaannya.

“Iya, dibantu sepenuhnya. Dibantu sekolah sampai kuliah,” jawab Enung ditanya soal bantuan sekolah kakak Reyhan bernama Rifal yang juga ada di dalam Luxio saat tabrakan tersebut.

Seperti yang diketahui, pada pukul 05.35 WIB, tanggal 1 Januari lalu, Rasyid mengendarai BMW X5 dengan kecepatan tinggi saat melintasi Tol Jagorawi. Namun tiba-tiba ia menabrak Luxio. Akibat benturan tersebut, tiga  orang penumpang Luxio terlempar dari mobil. Reyhan yang berusia satu tahun dan pria tua yang malang, Hanung tewas. Akibat perbuatannya JPU mendakwa Rasyid 6 tahun kurungan penjara berdasarkan pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas No 22 tahun 2009, tentang kelalaian mengemudi yang menyebabkan orang lain meninggal.

Terpisah, Pengadilan Negeri (PN) Purworejo menjatuhi vonis 2 tahun penjara terhadap pengemudi Daihatsu Stasion Wagon, Hadi Nahrowi (49). Ia divonis karena mobil AA 8693 DC yang dikendarai Hadi blong sehingga masuk jurang dan sembilan orang yang hendak mendaftar e-KTP tewas. “Mengadili, menjatuhkan pidana kepada Hadi Nahrowi bin Kaspandi dengan pidana penjara 2 tahun,” demikian bunyi putusan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (18/2).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta majelis hakim menghukum Hadi selama 9 tahun penjara. Putusan ini diketok pada 14 Januari lalu dengan Ketua Majelis Hakim Endi Nurindra Putra dengan Hakim Anggota Mardiana Sari dan Christian Wibowo. Kecelakaan yang dimaksud majelis hakim yaitu saat Hadi membawa 17 penumpang dengan tujuan membuat e-KTP pada 11 Juni 2012. Detik