JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Salah Dengar

Salah Dengar

447
BAGIKAN
Lha Dalah
Lha Dalah

Peristiwa nganyelke ini terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu Dul Kenthut baru berbunga-bunga karena mendapat pekerjaan baru. Meski hanya sebagai tenaga serabutan di rumah makan, tetapi ia sangat bersyukur. Sudah sekian lama ia menjadi pengangguran, sehingga pekerjaan adalah satu hal yang diidam-idamkannya. Tidak heran kalau ia menjalani pekerjaan tersebut dengan semangat tinggi. Pemilik rumah makan cukup puas dengan pekerjaan Dul Kenthut.

“Dul, tadi juragane muji-muji kamu, lho,” bisik Jim Belong, teman kerjanya. Saat itu mereka sedang sibuk mencuci piring kotor.

Tenane?” tukas Dul Kenthut ragu.

Kandani, kok. Katanya, kerjamu luar biasa. Makanya, kamu harus mempertahankan semangat kerjamu. Siapa tahu gajimu langsung melejit? Atau, siapa tahu kamu malah diambil jadi menantu,” sahut Jim Belong.

Mbahmu kuwi! Wong anake lanang kabeh, kok,” sungut Dul Kenthut. Jim Belong ngekek-ngekek geli.

Ternyata, apa yang disampaikan Jim Belong berpengaruh besar pada Dul Kenthut. Ia semakin rajin dan cekatan bekerja. Apalagi pengunjung rumah makan juga selalu ramai, dituntut kerja cepat dan cekatan.

Saat sedang lewat di dekat sebuah meja yang penuh pengunjung, Dul Kenthut dipanggil seorang pelanggan. “Mas… minta kuah,” kata pelanggan itu. Dul Kenthut spontan mengangguk sopan, meski ia agak ragu dengan yang didengarnya. Apalagi suara musik cukup mengganggu pendengarannya. Meski begitu, ia malu untuk bertanya ulang.

Dengan sigap, Dul Kenthut mengambil sebotol air mineral merek Aqua. Ia bergegas kembali ke meja pelanggan tadi sambil membawa nampan berisi sebotol air mineral tersebut. Begitu sampai di meja tersebut, ia disambut tawa geli beberapa pelanggan.

“Mas… bukan Aqua… tapi kuah,” terang pelanggan yang memesan tadi.

“Oh… saya dengarnya tadi Aqua je,” gumam Dul Kenthut sambil buru-buru berlalu.