SD Sering Kemalingan Komputer : Disdik Curigai Rekanan

SD Sering Kemalingan Komputer : Disdik Curigai Rekanan

356
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Sejak setengah bulan terakhir, telah terjadi tujuh kasus pencurian di kantor guru dan kepala SD. Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri pun mengimbau agar data penting digandakan dan komputer dibawa pulang.

Kepala Disdik, Siswanto mengatakan selain lima SD yang dilaporkan baru saja kemalingan, ternyata masih ada dua SD lagi yang sekitar sepekan lalu juga kemalingan. “Jadi selain lima SD yang seperti diberitakan beberapa hari ini, ada laporan kemalingan juga dari dua SD. Satu di Desa Ngadipiro, Nguntoronadi, dan satu lagi di Kecamatan Eromoko tapi lupa di desa mana,” jelas Siswanto, Rabu (6/2).

Atas hal itu, para guru diharapkan menggandakan file-file penting digandakan lebih dari satu. Jika perlu, di tiap komputer dan di laptop milik pribadi juga disimpan salinannya atau ke dalam flashdisk.

“Lain dengan SMP dan SMA, di SD kebanyakan kalau malam tidak dijaga. Kalau bisa laptop atau proyektor dibawa pulang saja. Untuk komputer desktop dan alat musik yang sekiranya tidak mudah dibawa, ya penjaga tidur di sekolah berjaga,” lanjutnya.

Bagi sekolah yang kecurian DPU dan monitor, diminta mengajukan usulan pengadaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun ini. Untuk SD jika tidak ada perubahan akan menerima DAK Rp 26 miliar.

“Juknis dari pusat belum turun masih draf, jumlah itu 30 persen untuk peningkatan sarana prasarana sekolah dan 70 persen fisik. Sekolah yang kemalingan bisa mengusulkan pengadaan komputer kembali,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan pencurian saat ini sudah berubah model. Perubahan itu adalah kini pencuri cenderung memilih sekolah sebagai sasaran. Pola serupa juga terjadi di laboratorium komputer SMP dan SMA serta SMK tahun lalu.

“Terlepas dari benar atau tidak, sekolah yang kemalingan rata-rata terjadi tidak lama setelah pengadaan komputer baru di tiap sekolah. Dugaan kami, bisa saja ada kerja sama dengan pihak rekanan tapi kami tidak bisa langsung begitu saja mengatakan seperti itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, semua pihak termasuk masyarakat diminta berpartisipasi. “Jika ada warga tidak dikenal terlihat berada di sekitar sekolah warga diharap ikut waspada. Imbauan kepada semua SD melalui UPT di 25 kecamatan juga telah disampaikan dinas,” pungkasnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN