JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Sejumlah Pengusaha Tertipu Usaha Sarang Walet

Sejumlah Pengusaha Tertipu Usaha Sarang Walet

449
BAGIKAN
Ilustrasi

KARAWANG—Sejumlah pengusaha di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus meminta modal untuk pengembangan usaha sarang burung walet. Masing-masing dari mereka mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Pelaku penipuan dan penggelapan itu merupakan seorang pengusaha sarang burung walet, Jenny Arifin alias Yeyen, yang beralamat di salah satu perumahan kawasan Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur. “Saya percaya dengan Yeyen, karena dia memang pengusaha sarang burung walet yang cukup sukses. Jadi sangat tidak menyangka kalau Yeyen melakukan penipuan,” kata seorang pengusaha yang menjadi korban penipuan, Sigit Setiawan, Minggu (3/2).

Ia mengaku sudah mengenal Yeyen selama sekitar 10 tahun. Apalagi, Yeyen menunjukkan bukti-bukti kerja samanya kepada para pengusaha lain, termasuk kepada Bupati Karawang, Ade Swara yang memang terkenal sebagai pengusaha burung walet. Tetapi setelah dilakukan pengecekan, ternyata Yeyen berbohong telah bekerja sama kepada bupati.

Menurutnya, kejadian apes yang dialami Sigit berawal saat Yeyen meminta pinjaman modal sekitar Rp 1 miliar untuk membeli sarang burung walet, dengan iming-iming upah cuci sebesar Rp 1 juta per kilogram.

Selanjutnya, Sigit menyanggupi permintaan pinjaman tersebut dengan memberikan bantuan modal secara bertahap. Setelah diberikan pinjaman hingga sekian lama, Yeyen mengganti uang pinjaman itu dengan cara mencicil. Tetapi hanya sekali mencicil, sisanya Yeyen tidak bisa mengganti uang pinjaman tersebut. “Yeyen janji-janji terus, dan sampai sekarang belum mengganti uang saya,” katanya.

Ia mengaku tidak hanya dirinya yang menjadi korban Yeyen. Sejumlah pengusaha lainnya di Karawang juga tertipu hingga mengalami kerugian ratusan juta sampai miliaran rupiah. Jika ditotalkan, katanya, Yeyen telah melakukan penipuan kepada para pengusaha di Karawang hingga mencapai lebih dari Rp10 miliar.

“Saya bersama korban penipuan lainnya sudah melapor ke Polsek Telukjambe, karena lokasinya di wilayah Telukjambe Timur. Informasinya, kasus yang saya alami itu sudah dilimpahkan, dari Polsek ke Kejaksaan Negeri Karawang,” kata Sigit. Ia berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap kasus yang dialaminya hingga tuntas. Sehingga ke depan permasalahan perdata dalam kasus itu bisa diungkap.

Antara