JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Selingkuh Picu Perceraian di Solo

Selingkuh Picu Perceraian di Solo

603
BAGIKAN
ilustrasi

SERENGAN-Angka kasus perceraian di Kota Solo meningkat 10 persen saban tahunnya. Selain, dipicu hilangnya tanggung jawab salah satu pasangan, masalah selingkuh masih menjadi pemicu perceraian warga Solo.

Perselingkuhan menjadi faktor ketiga pemicu perceraian warga di Solo. Penyebab pertama karena lepasnya tanggung jawab salah satu pasangan, dan pemicu kedua karena perbedaan karakter. Demikian disampaikan Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Solo Wasalam, kepada Joglosemar, Kamis (14/2).

“Ya kalau pernikahannya banyak, otomatis perceraian juga banyak,” katanya. Dia merinci, tahun 2011 jumlah angka perceraian mencapai 790 kasus. Sebanyak 247 kasus di antaranya adalah cerai talak, atau cerai yang diajukan suami.

”Sedangkan 543 sisanya adalah cerai gugatan, yang diajukan istri,” ujarnya.  Angka kasus perceraian itu, meningkat sekitar 10 persen pada tahun 2012. Menurutnya, pada tahun 2012 angka perceraian mencapai 850 kasus.

Sebanyak 242 kasus di antaranya adalah perceraian talak. Sedangkan 608 kasus sisanya adalah cerai gugat. Masalah tanggung jawab, katanya, kerap dilalaikan masing-masing pasangan. “Tanggung jawab di sini adalah salah satu pasangan pergi meninggalkan pasangannya tanpa ada tanggung jawab. Baik lahir maupun batin. Entah itu yang meninggalkan sang suami maupun istri,” ucapnya.

Sedangkan masalah ketidakharmonisan atau perbedaan karakter, juga ikut mendominasi penyebab perceraian. ”Untuk faktor perselingkuhan atau karena cemburu pada tahun 2011 sebanyak 74 kasus, dan 2012 sebanyak 94 kasus,” tuturnya. Faktor ekonomi dan masalah lain juga memicu perceraian. Ari Purnomo