JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Seminggu Tempati Pasar Baru, Pedagang Protes

Seminggu Tempati Pasar Baru, Pedagang Protes

359
BAGIKAN
Los pegadang di Pasar Masaran, Cawas Sepi
Los pegadang di Pasar Masaran, Cawas

KLATEN – Selang sepekan diresmikan, los pegadang di Pasar Masaran, Cawas masih sepi. Sebagian pedagang masih enggan menempati los dengan alasan sepi pengunjung dan penataan jenis dagangan yang tidak sesuai tempatnya.

Salah satu pedagang, Mulyo Sentono (70), mengatakan sudah seminggu sejak menempati pasar baru kondisi pasar masih sepi. Bahkan penghasilannya dari berjualan kacang-kacangan menurun drastis. Kondisi ini berbeda saat ia berjualan di pasar lama maupun saat berada di pasar darurat. “ Pelanggan sulit mencari los saya. Padahal posisinya di dekat pintu masuk,” papar nenek yang menempati los sembako itu saat ditemui Joglosemar, Kamis (21/2).

Kondisi tersebut juga diperparah dengan banyaknya pedagang yang masih enggan menempati los. Mereka mengaku masih nyaman berjualan di luar pasar atau pasar darurat. Selain itu, menurutnya, pedagang yang menempati los yang ia tempati tersebut sebagian besar merupakan pedagang pasaran. “Rata-rata pedagang datang pada hari pasaran saja. Tapi kalau hari-hari biasa jarang yang berjualan,” kata warga Desa Cawas itu.

Keluhan senada juga disampaikan Sumarsih (57) pedagang asal Desa Perayan, Kecamatan Cawas. Menurutnya, penataan pedagang di pasar yang baru ngawur. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya pedagang dengan jenis dagangan yang jauh berbeda ditempatkan dalam satu los. “Seperti ada pedagang pakaian yang ditempatkan di los sembako. Saya yang berjualan sayur justru ditempatkan di los sembako, padahal ada los sayur sendiri,” ujarnya kesal.

Saat ditanya terkait petugas yang menempatkannya di los tersebut, Sumarsih mengaku tidak tahu menahu. Menurutnya, beberapa hari menjelang peresmian ia sudah mendapatkan nomor los yang akan ditempati. Ia berharap ke depannya ada evaluasi terkait penempatan pedagang sesuai dagangannya. Sehingga pedagang tidak merasa dirugikan. “Selain itu, seharusnya ada pemisah antara pedagang pasaran dengan pedagang harian,” tuturnya.

Lurah Pasar Masaran, Sugeng Hermawan, mengatakan pembagian los ditentukan oleh petugas pemungut retribusi sesuai dengan jenis dagangan pada saat masih menempati pasar lama. Hal tersebut bertujuan untuk menertibkan pedagang agar tidak bercampur. “Pembagian los sudah kami data sejak sebelum pedagang menempati pasar baru,” jelasnya.Namun seiring waktu banyak pedagang yang berganti dagangan dan tidak masuk  pendataan petugas di lapangan. Sehingga saat menempati pasar baru terdapat pedagang yang menempati los yang berbeda. “ Ke depannya penataan dilakukan secara bertahap. Sekaligus akan di data menurut jenis dagangan,” ujarnya.

Angga Purnama