JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Semua Penjual Dompet e-KTP Akhirnya Dilarang

Semua Penjual Dompet e-KTP Akhirnya Dilarang

310
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Purwadi Joko Haryanto, menegaskan sudah menginstruksikan seluruh penjual dompet e-KTP yang ada di semua kecamatan untuk menghentikan aktivitasnya. Selanjutnya, penjualan dompet itu diminta tidak lagi melibatkan petugas kecamatan dan tidak di lingkungan kompleks kecamatan.

“Semua penjualnya sudah kami perintahkan berhenti. Mereka juga sudah kami larang berjualan di kompleks kantor kecamatan. Boleh jualan tapi di luar sehingga kami tidak kena,” paparnya, Minggu (17/2).

Purwadi menampik tudingan penjualan dompet itu atas instruksi dinas dan ada komitmen bagi hasil secara terselubung. Ia menegaskan tidak ada komitmen bisnis apapun, namun para penjual dompet itu sebelumnya memang sempat meminta izin untuk berjualan. Karena dipandang tujuannya baik, memudahkan masyarakat, dan harganya juga terjangkau, permohonan izin itu diiyakan.

“Awalnya mau menawarkan harga Rp 6.000, terus kami sarankan kalau ingin membantu warga, harganya yang murah. Akhirnya diturunkan jadi Rp 3.000. Nawaitu (niat) kami tidak ingin cari apa-apa, tapi membantu memudahkan warga dan semua terserah warga, itu tidak diwajibkan,” ulasnya.

Ia juga meluruskan sebenarnya tawaran dompet itu diamini karena ingin membantu warga melindungi dan mengamankan e-KTP mereka. Sebab, e-KTP adalah identitas sangat berharga, penting, berlaku seumur hidup, dan ketika hilang akan sangat menyusahkan pemilik maupun dinas. “E-KTP itu membuatnya tidak mudah dan tidak sehari jadi. Kalau kemudian banyak yang rusak atau hilang kan malah kasihan. Banyak juga warga yang senang karena Rp 3.000 dapat dompet dan e-KTP-nya aman,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sragen, Sugiyamto menyambut baik langkah Dispendukcatpil yang menghentikan penjualan dompet di kompleks kantor kecamatan. Menurutnya, hal itu lebih baik demi menghindari persepsi negatif di kalangan masyarakat. Wardoyo