Senin, Raskin Dibagikan : Lurah Khawatir Diprotes

Senin, Raskin Dibagikan : Lurah Khawatir Diprotes

201
ilustrasi

SUKOHARJO- Beras untuk rakyat miskin (Raskin) mulai dibagikan kepada 10.255 rumah tangga sasaran (RTS), Senin (11/2) pekan depan. Sejumlah lurah dan camat resah karena khawatir bakal diprotes warga miskin (Gakin) yang tidak masuk data RTS dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Seperti diketahui, jumlah RTS di Sukoharjo pada 2013 ini mengalami penurunan sebanyak 10.255 dibandingkan tahun 2012. Di mana, 2012 ada  51.168 RTS dan sekarang 61.423 RTS.

Camat Gatak, Suseno mengaku khawatir atas data yang diperolehnya dari Bagian Perekonomian Setda Sukoharjo. Tahun lalu pihaknya mendapatkan jatah untuk 3.527 RTS, namun 2013 ini turun menjadi 2.939 RTS. Data itu sudah disosialisasikan ke masyarakat hingga tingkat bawah dan sudah menimbulkan keresahan. “Warga yang tadinya menerima tapi tahun ini ternyata tidak dapat. Kami pun harus memberikan penjelasan dan pengarahan dulu,” kata Seno, Rabu (6/2).

Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila Jadi Terobosan Baru di Desa Trangsan

Ditemui seusai menghadiri rapat paripurna, Kabag Perekonomian, Priyono kepada wartawan mengamini keresahan warga itu. Pihaknya mengaku sudah melihat sinyal-sinyal itu dari lurah dan camat.  “Para camat, lurah, dan Kepala Desa (Kades) sudah diberi sosialisasi dari Pemkab. Itu kami lakukan agar tidak terjadi protes berlebihan. Jika memang protes itu tidak bisa dibendung, kami persilakan warga protes ke pemerintah pusat,” kata dia.

Ditambahkan, perihal data RTS, pihaknya tidak memiliki kewenangan karena data RTS diambil oleh BPS “Kami tinggal menerima saja, karena kemampuan pemerintah hanya mampu menyalurkan Raskin seperti itu dan ini yang perlu dipahamkan ke warga,” imbuh dia.

Baca Juga :  Terkait Perhelatan Pilgub Jateng 2018, Bupati Sukoharjo : Tetap Tegak Lurus

Disinggung mengenai penyaluran Raskin, ia memperkirakan pekan depan sudah bisa didistribusikan. Alasannya, saat ini belum diputuskan mengenai jadwal distribusi dan menunggu hasil rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk Bulog.

Secara teknis, paparnya, Raskin akan disalurkan melalui masing-masing desa atau kelurahan. Namun mulai tahun ini, Pemkab menggunakan sistem pembayaran langsung dilakukan. “Dengan begitu tidak ada tunggakan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya. Murniati

BAGIKAN