Serangan Tikus Parah, Kepedulian Pemkab dan Petani Minim

Serangan Tikus Parah, Kepedulian Pemkab dan Petani Minim

294
ilustrasi

BOYOLALI— Serangan hama tikus semakin parah dan meluas terutama di wilayah Kecamatan Banyudono. Di sisi lain, kepedulian pemerintah maupun petani dinilai minim sehingga serangan tikus terus berlanjut setiap musim. Saat ini serangan hama pengerat diperkirakan mencapai ratusan hektar di sejumlah kecamatan.

Demikian diungkapkan Luwarno, penasehat Kelompok Tani Makmur, Desa/Kecamatan Banyudono, Jumat (15/2). Menurut dia, belum teratasinya serangan hama tikus ini salah satunya dikarenakan minimnya kepedulian pemerintah maupun sebagian petani.

“Serangan hama tikus inikan sudah terjadi hampir setiap musim, mestinya bisa diantisipasi,” ungkap Luwarno.

Dari sisi pemerintah, menurut Luwarno mestinya pemerintah melalui dinas terkait dan petugas penyuluh lapangan (PPL) sudah melakukan antisipasi sejak awal. Semestinya sosialisasi ke petani dilakukan secara masif, termasuk keberadaan bantuan obat-obatan pembasmi hama. Pasalnya, disinyalir sosialisasi minim sehingga petani banyak yang tidak tahu program pemerintah.

Menurut Luwarno, tidak kalah penting PPL semestinya harus sering turun ke sawah memantau petani secara langsung. Tanpa turun ke sawah, selain sosialisasi tidak mengena efektif, juga tidak ada langkah lanjutan untuk mengantisipasi serangan tikus.

Sebaliknya, menurut Luwarno pihak petani juga banyak yang kurang peduli. Serangan hama tikus setiap musim dan semakin parah, salah satunya dikarenakan petani kurang mematuhi ketentuan pola tanam serempak.

“Memang ada kendala banyak petani yang merupakan penyewa lahan, mereka mengejar untung karena terbatas masa sewa sehingga jika diminta tanam serempak sulit,” papar dia.

Ironisnya, selain itu banyak pula petani yang ternyata malas, baik untuk membeli obat-obatan serta pemeliharaan lahan, bahkan untuk gropyokan tikus pun banyak yang hanya menonton saja. Padahal gropyokan tikus secara massal menurut Luwarno merupakan upaya efektif membasmi tikus. Sehingga pihaknya berharap supaya ada kepedulian dari pemerintah maupun petani untuk membasmi tikus, mengingat serangan hama ini sudah meluas dan merugikan.

Terisah, Bupati Boyolali Sno Samodro meminta supaya Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKPP) untuk mempertahankan Boyolali sebagai lumbung beras. Menurut Bupati di sela-sela peresmian gedung baru BKPPP di komplek perkantoran Kemiri Kecamatan Mojosongo,menyatakan tahun 2012 Boyolali surplus beras sebanyak 70 ribu.

Ario Bhawono

BAGIKAN