JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sipir Kurir Narkoba Terancam Dipecat

Sipir Kurir Narkoba Terancam Dipecat

514
BAGIKAN

Diduga Ada Skenario Orang Dalam LP

Sanksi pemecatan biasanya langsung ditetapkan oleh Kemenkumham RI dengan melalui serangkaian tahapan dan mekanisme yang ditentukan.

Penangkapan Kurir Sabu
Penangkapan Kurir Sabu

SRAGEN—Pudi Widodo (37), sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen yang tertangkap tangan menjadi kurir sabu pesanan salah satu napi, terancam dipecat dari statusnya sebagai PNS LP Sragen. Sementara, dari mulut Pudi keluar pengakuan bahwa ia merasa telah dikorbankan oleh sebuah skenario yang dirancang dari orang-orang dalam LP untuk menjerumuskannya.

Kepala Seksi (Kasie) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) LP Kelas II A Sragen, Mulyana mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Polres Sragen terkait penangkapan Pudi sebagai kurir sabu. Namun indikasi pelanggaran sebagai kurir yang mendera bawahannya itu sudah dilaporkan ke Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI Kantor Wilayah  Jateng.

Mengenai tindak lanjut terkait statusnya sebagai PNS LP, Mulyana mengatakan jika terbukti menjadi kurir, Pudi bakal berhadapan dengan pelanggaran indisipliner pegawai, yang sanksi terberatnya adalah pemecatan. Akan tetapi, sanksi itu biasanya langsung ditetapkan oleh Kemenkumham RI dengan melalui serangkaian tahapan dan mekanisme yang ditentukan.

“Nanti dari Kanwil akan melakukan pemeriksaan secara administrasi. Nah, sanksinya biasanya dijatuhkan langsung dari Kemenkumham. Tapi kasus yang sudah-sudah seperti di Solo, biasanya kalau sipir terjerat peredaran narkoba akan dipecat,” ujarnya, Rabu (20/2).

Sementara saat di Mapolres kemarin, Pudi berkali-kali mengumpat karena merasa telah dijebak dan sengaja dikorbankan. Menurutnya, kasus penangkapannya kali ini sama persis dengan apa yang menimpa Eko Widodo (45), sipir senior LP Sragen yang dibekuk saat nyabu di rumahnya, pertengahan medio Mei 2012 lalu. “Kelihatannya memang sudah diskenario. Dulu Pak Eko juga dikorbankan orang dalam dan dijebak,” ujarnya.

Soal tudingan ada skenario orang dalam ini, Mulyana mengaku tidak tahu menahu. Ia juga tidak tahu soal ada tidaknya petugas LP lainnya yang juga bermain dalam lingkaran peredaran narkoba di LP Sragen.

Sementara, Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi menegaskan tertangkapnya tiga tersangka beda komunitas ini adalah wujud komitmen Polres untuk menekan dan memberantas peredaran narkoba di Sragen. Pihaknya tidak akan menoleransi segala upaya peredaran narkoba di manapun tempatnya, dan setiap kasus akan terus dikembangkan hingga ke arah pemasoknya. Wardoyo