JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan SISWA KB DAN TK PERINGATI HARI PERS : Berperan Menjadi Reporter hingga...

SISWA KB DAN TK PERINGATI HARI PERS : Berperan Menjadi Reporter hingga Memberikan Coklat Pada Wartawan

460
PROSES WAWANCARA-Siswa KB/TK Al Araaf, gentan mewancarai narasumber saat praktek proses peliputan media sebagai bentuk kegiatan memperingati Hari Pers Nasional di Pasar Gentan, Sukoharjo, Jumat (8/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

Jumat (8/2) pagi, suasana Pasar Raya Gentan, Sukoharjo tidak seperti biasanya ketika Joglosemar berkunjung ke sana. Pasar yang biasanya dipenuhi orangtua yang sibuk berbelanja, saat itu lebih dipenuhi anak-anak yang membentangkan poster bertuliskan, “Hidup Wartawan, We Love You Wartawan, Saatnya Rakyat Bicara, Mau Tahu Info? Baca Koran!” Dengan warna cerah beraneka rupa.

Ari Dina Wulandari selaku Kepala KB dan TK Islam Al Araaf mengungkapkan bahwa puluhan anak tersebut sedang asyik menyemarakkan Hari Pers Nasional (HPN). Peringatan HPN tersebut pun merupakan kali pertama yang dilakukan sekolahnya.

“Karena bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional dalam kegiatan ini kemi perkenalkan tentang profesi wartawan dan sejarahnya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak kenal dan mengetahui seluk-beluk dunia wartawan dengan mempratekkannya secara langsung,” kata Ari pada Joglosemar, sambil mengarahkan anak-anak agar berbaris rapi, Jumat (8/2).

Kegiatan HPN tersebut bertemakan Reporter Cilik dan Kliping Koran. Anak-anak pun dilatih untuk menjadi reporter dan diajak membuat kliping koran. “Agar anak-anak berani berinteraksi dengan banyak orang makanya kami ajak ke pasar ini. Mereka sangat antusias bertanya pada tukang becak dan para pedagang yang ada di pasar gentan ini,” sambung guru TK Al Araaf itu.

Para siswa pun diajari cara menjadi wartawan yang diminta berperan untuk mewawancarai korban banjir. Seorang guru tampil dengan mikrofon yang dibuat dari stereofom bertuliskan “NEWS” di bawahnya. Kemudian mereka memperagakan proses wawancara itu dihadapan anak-anak. Anak-anak nampak antusias menyimak setiap adegan itu.

Selanjutnya anak-anak diminta mempraktekan dengan bertanya pada teman sendiri, kemudian anak-anak diajak ke tengah pasar dan dengan malu-malu anak-anak bertanya pada pedagang yang sedang menjajakan daganganya di pasar tersebut.

Devan (5 tahun) meski nampak antusias mengikuti kegitan itu dan aktif bertanya namun mengaku tak suka jadi wartawan. “Nggak suka ah jadi wartawan, nanya-nanya terus, berdiri terus, capek rasanya,” ungkapnya dengan polos sambil sesekali mengelap keringatnya yang bercucuran.

Namun, hal yang berbeda diungkapkan Excel (6 tahun) menurutnya jadi wartawan sangat menyenangkan. “Bisa dapat berita, bisa foto, juga bisa ngrekam,” katanya sambil malu-malu. Setelah kegiatan peringatan HPN selesai, para wartawan yang sedang meliput mendapat kejutan dari anak-anak, satu persatu mereka mendapat cokelat tanda kasih sayang anak-anak pada wartawan. Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN