Siswa SD Tolak Perayaan Valentine

Siswa SD Tolak Perayaan Valentine

625
TOLAK VALENTINE DAY-Ratusan murid SD Islam Al Fattah menggelar aksi penolakan perayaan Valentine Day dengan membentangkan poster ungkapan penolakan di pintu selatan Stadion Manahan, Rabu (13/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

Untuk Belajar Yes, Valentine No!

Sekitar 450 siswa SD Islam Al Fattah, Solo membanjiri area sekitar pintu selatan Stadion Manahan, Rabu (13/2). Mereka melakukan orasi untuk menolak perayaan hari valentine.

Masing-masing anak membawa poster dengan bertuliskan, “Tolak2 valentine sekarang juga!, Valentine budaya maksiat, valentine budaya barat, dan hari gini ikut valentine haram kali.”

Tak hanya orasi, sebagian siswa juga mewarnai poster dengan pensil warna atau krayon. Seperti Raihan, siswa kelas I SD setempat misalnya, dirinya tampak duduk di atas aspal, serius mewarnai hingga tak peduli pada terik matahari.

Sementara di sisi lain, Sarah Puspita Ningrum tengah membaca puisi karya salah satu ustadznya yang berjudul “Puisi Negeriku.” Isi dari puisi yang dibacakannya itu secara tegas menolak hari valentine. Pasalnya hari yang kerap dirayakan setiap tanggal 14 Februari itu bagi umat muslim adalah kebiasaan buruk.

Terpisah, Maulana Hamas, siswa kelas VI dan satu kelas dengan Sarah menuturkan pendapatnya tentang hari valentine. Menurutnya pacaran itu adalah hubungan di luar nikah yang dilarang oleh agama.

“Saya berusaha memilih teman dalam bergaul supaya tidak terjerumus dalam hal negatif. Selain itu, supaya tidak terjerumus, saya bisa mengisi waktu dengan memperdalam ilmu agama. Saya harus bisa jadi contoh kedua adik saya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Muhammad Rosyid Ridho, siswa kelas VI tampak membawa poster yang bertuliskan “Belajar yes valentine no, stop maksiat stop valentine.” “Bagi saya ini budaya kafir dan setan. Jadi tidak konsentrasi belajar malah pacaran. Di luar banyak teman pacaran ya saya dekati beri nasehat,” akunya.

Setiyatno, koordinator dua kegiatan mengatakan tujuan kegiatan ini diantaranya adalah untuk mengingatkan pemuda Islam yang terjerumus. “Kalau tidak diperingatkan maka dapat terjerumus. Diharapkan dapat sesuai ajaran agama,” imbuhnya. Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN