JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Siswa SMA Dijual Seharga Handphone dan Uang Rp 50.000

Siswa SMA Dijual Seharga Handphone dan Uang Rp 50.000

611
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Seorang siswi SMA asal Dukuh RT 17, Majenang, Sukodono, Sragen berinisial EKN (16) mengaku telah diperjualbelikan oleh kekasihnya kepada pria hidung belang seharga satu buah handphone Bluebbery dan uang tunai Rp 50.000. Merasa telah diperdaya, siswi kelas dua itu nekat melaporkan kekasihnya Gito (25) dan pria yang menyetubuhinya, Sis (35) ke Polres Sragen.

Siswi berparas manis itu melapor ke Polres Sragen, Senin (18/2) dengan didampingi orangtuanya, Wandi (40). Saat melapor, mereka langsung ditangani oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Sragen.

Kepada polisi, korban mengaku aksi penjualan dirinya terjadi pada Rabu (13/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Ceritanya, siang itu ia baru pulang dari sekolah. Di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh pacarnya, Gito yang mendadak mengajaknya ngobrol ke sebuah kandang ayam di wilayah Majenang.

Sesaat kemudian, datang seorang pria muda bernama Sis yang tak lain adalah teman Gito. Gito pun memperkenalkan Sis kepada korban dan terang-terangan mengutarakan niat temannya Sis yang ingin mengajak korban jalan-jalan. Sebagai tanda suka, Sis memberikan handphone Bluebbery dan uang Rp 100.000 kepada Gito.

Dari Gito, handphone itu kemudian diserahkan kepada korban, namun uang Rp 100.000 yang diberikan Sis diambil Rp 50.000 dan sisanya baru diserahkan kepada korban. Setelah uang dan handphone diserahkan, entah kenapa korban menurut saja ketika diajak pergi oleh Sis. Pria itu kemudian membawa korban keliling Sragen sebelum kemudian diajak mampir ke sebuah hotel kelas melati di Sragen.

Di hotel itulah, korban disetubuhi oleh Sis sebanyak satu kali. Selesai melampiaskan hasratnya, Sis kemudian mengantar korban kembali kepada Gito yang melanjutkan mengantarnya ke rumah. Sesampai di rumah, ternyata korban dicecar pertanyaan oleh orangtuanya.

Korban yang terdesak akhirnya mengaku telah dijual oleh Gito kepada Sis dan disetubuhi di sebuah hotel. Mendengar cerita itu, orangtuanya langsung naik pitam dan kemudian mengantar putrinya melapor ke Polres. Saat ditanya penyidik, korban mengaku disetubuhi satu kali oleh terlapor Sis. Namun ia juga tidak menampik dengan Gito sudah lima kali bersetubuh di lokasi yang berbeda-beda.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi melalui Kasubag Humas, AKP Sri Wahyuni mengatakan saat ini kedua terlapor sudah diamankan di Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif. Keduanya bakal dijerat dengan pasal persetubuhan dengan anak di bawah umur. Wardoyo