JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Sleman Perketat Izin Penggunaan Lahan Sawah

Sleman Perketat Izin Penggunaan Lahan Sawah

765
BAGIKAN
Ilustrasi

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya memperketat izin penggunaan lahan pertanian untuk mengendalikan penyusutan kawasan lumbung pangan tersebut. Tingginya alih fungsi lahan pertanian tersebut didominasi untuk perumahan, tempat usaha dan alasan pembagian warisan keluarga.

Edi Sri Harmanta, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menjelaskan, laju penyusutan lahan pertanian khususnya sawah di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun terus meningkat. Sehingga kondisi ini dapat mengancam Sleman sebagai lumbung beras di DIY dan ketahanan pangan

“Dalam empat tahun terakhir ini rata-rata penyusutan lahan pertanian di Kabupaten Sleman mencapai sekitar 70 hektare dari sekitar 22 ribu hektare lahan pertanian produktif. Dengan kondisi yang seperti ini maka upaya pengendalian alih fungsi lahan pertanian harus benar-benar diperhatikan dan izin untuk alih fungsi lahan juga lebih ketat, “ ucapnya, Selasa (12/2).

Edi mengatakan, upaya untuk mengendalikan alih fungsi lahan tersebut dilakukan melalui perizinan pemanfaatan lahan. Meskipun dari tata ruang lokasi tersebut bisa untuk perumahan namun jika di lokasi tersebut masih terdapat blok sawah yang luas maka izin alih fungsi lahan juga tidak akan diberikan. Selain itu juga ada kebijakan untuk membeli atau menukar lahan pertanian produktif milik warga yang hendak dibangun rumah karena yang bersangkutan tidak memiliki lahan yang lain.

“Semisal ada orangtua yang mewariskan sawah produktif untuk anaknya, dan kemudian akan dibangun rumah maka pemerintah mencoba menawarkan untuk menukar sawah tersebut dengan lokasi lain yang memang lokasinya untuk perumahan,” jelasnya.

Antara