JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Soal Air Cokro, Solo Belum Diberi Bukti

Soal Air Cokro, Solo Belum Diberi Bukti

252
BAGIKAN

BALAIKOTA-Pemkot Solo belum mendapatkan bukti tertulis dari Provinsi Jawa Tengah yang menyatakan status air Cokro, Tulung adalah air bawah tanah.

Pemkot memilih menunggu keputusan Provinsi dengan pemberian bukti itu. Kendati demikian, pihak Provinsi menjamin, persoalan air Cokro antara Pemkot Solo dan Pemkab Klaten, rampung akhir Februari nanti.

Sekda Solo, Budi Suharto, mengatakan, pemanggilan Provinsi terhadap Pemkot Solo, Senin(4/2) lalu, belum ada perkembangan yang berarti. Tapi dia menolak, pertemuan itu mengalami jalan buntu atau deadlock.

Pemanggilan itu, hanya minta keterangan dari Solo dan Klaten soal sejarah air Cokro. ”Keterangan yang dimaksud seputar riwayat Cokro, yang bisa dikatakan mengarah soal sejarah dan bahkan sedikit mengulang persoalan Cokro ke belakang,” ujar Budi, Selasa (5/2).

Karena bukti tertulis belum diterima, Pemkot belum akan melangkah ke hal lain. Menurutnya,   Pemkot memilih wait and see saja.Provinsi hanya menegaskan persoalan ini selesai dengan target akhir Februari,” katanya.

Pertemuan itu, dipimpin  Asisten Pemerintahan Provinsi, beserta para stafnya. Sedangkan dari Pemkab Klaten yang hadir, Sekda dan Direktur Umum PDAM Klaten. Begitu juga dengan Solo dihadiri Sekda Solo dan Direktur PDAM Solo.  

”Di pertemuan pertama lebih bersifat memenuhi pengertian formalnya biar jelas dulu. Semua pihak bisa saya sebut sedang dikonfontasikan. Dalam arti, menjelaskan keterangans sebenar-benarnya.  Setelah itu, keputusan diserahkan Provinsi,” paparnya.

Rencana mempertemukan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Bupati Kalaten Sunarna, tetap dipertimbangkan. Dalam pertemuan Senin lalu itu, Sekda juga mencegah pembahasan besaran tarif pengelolan air Cokro.

”Pemkot sudah menghentikan untuk tidak biscara soal besaran. Karena itu sudah ranah teknis dan sebelum ada bukti yang diminta, tidak akan bicara ke sana,”  katanya. Muhammad Ismail