JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Soal Anas, KPK Tolak Campur Tangan SBY

Soal Anas, KPK Tolak Campur Tangan SBY

218
Anas Urbaningrum

JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tak bisa diintervensi oleh siapa pun dalam penanganan suatu kasus. KPK menyidik suatu kasus dengan objektif dan profesional. KPK pun memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan penyidikan suatu kasus, apalagi yang menjadi perhatian publik, termasuk kasus yang dikait-kaitkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

“KPK punya tanggung jawab yang besar untuk selesaikan kasus-kasus yang ditanganinya, apalagi kasus yang dapat perhatian publik, termasuk kasus Anas. KPK menghargai apresiasi, tuntutan, kritik konstruktif, lebih-lebih doa dan dukungan publik,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Selasa (5/2).

Bambang menambahkan, KPK harus menjalankan kewenangannya secara objektif, profesional dan berintegritas. “Jika suatu kasus sudah mempunyai dua alat bukti yang cukup, maka KPK akan segera umumkan tersangkanya,” jelas Bambang.

Bambang menegaskan, walau kini KPK memiliki sumber daya penyidik yang amat terbatas, penyidikan tetap dilakukan dan kasus Anas akan segera dituntaskan. “Kendati KPK diadang keterbatasan sumber daya, kami percaya, KPK dapat segera menyelesaikan kasus yang ditangani termasuk segera menyelesaikan kasus Anas,” tutur Bambang.

Senada, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, pihaknya serius dalam menangani semua persoalan korupsi yang ada di KPK. Namun mereka memiliki keterbatasan. “Kegelisahan Pak SBY adalah kegelisahan masyarakat Indonesia. Kita mengapresiasi ini, cuma ada kondisi riil yang dihadapi KPK yang harus disampaikan ke hadapan publik. KPK punya keterbatasan dengan jumlah penyidik yang kurang lebih 50 orang,” ucap Samad.

Kurangnya penyidik inilah yang menyebabkan KPK tertatih-tatih dalam menindaklanjuti proses hukum. Tetapi, kata Samad, mereka tidak menjadikan kendala ini untuk menjustifikasi keterlambatannya dalam memproses perkara. “Kita berusaha untuk dapat secepat mungkin, seperti ekspektasi masyarakat, namun demikian faktanya,” kata Samad.

Ditemui secara terpisah, Anas Urbaningrum mengaku mendukung sikap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta KPK agar segera memberi kepastian hukum terkait kasusnya. “Bagus dong. Bagus dong. Pernyataannya kan bagus. Harapannya ke KPK kan bagus. Direspons bagus. Saya garis bawahi itu bagus,” ujar Anas, di JCC, Senayan, Jakarta.

Anas pun hanya menjawab diplomatis saat ditanya apakah pernyataan SBY itu sebagai bentuk intervensi ke KPK. “Tadi kan jawab, bagus kan,” tutur Anas yang mengaku hubungannya dengan Ketua Dewan Pembina SBY baik-baik saja, tidak panas sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Pun, saat ditanya terkait tuntutan sejumlah petinggi, menteri dan gubernur asal partai bintang mercy itu yang meminta dirinya mundur, Anas pun menanggapi dengan enteng. “Ciyuss? Ramai di berita, belum tentu ramai di dalam. Namanya politik kan. Kalau tidak ramai di luar, bukan politik Indonesia,” celoteh Anas.  Detik

BAGIKAN