JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Solo Kekurangan Guru Kelas

Solo Kekurangan Guru Kelas

370
BAGIKAN

Pernah ada wacana untuk menjadikan guru SMP dan SMA sebagai guru kelas SD.

ilustrasi

SOLO – Solo mengalami krisis guru dengan kekurangan 100-an guru kelas. Hal ini juga berdampak pada kurangnya guru pada sekolah yang telah di-regrouping atau digabungkan. Hal tersebut seperti yang terjadi pada SDN Plalan 1 dan SDN Plalan 2 yang telah di-regrouping menjadi SDN Miji Pinilihan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Rakhmat Sutomo mengungkapkan layak jika sekolah hasil regrouping mengalami kurang guru. Pasalnya program regrouping ini memang salah satunya bertujuan untuk meminimalkan kebutuhan akan guru dan keefektifan.

“Kalau usul untuk ditambah susah juga. Karena memang guru SD saat ini kurang. Kurangnya guru di SD ini karena mutasi,” kata Rakhmat saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/2).

Dikatakan bahwa selain mutasi, pensiun juga menjadi penyebab kurangnya guru. Rakhmat mengaku pihaknya telah menyampaikan permintaan perihal kekurangan ini kepemerintah kota dan pusat. “Kami sudah kirim permintaan tapi kendala moratorium. Kami sudah mempertemukan kepala bidang (Kabid) dengan UPTD untuk membahas masalah ini,” ungkap Rakhmat.

Pihaknya mengaku pada akhir 2012, ada sekitar lima SD yang di-regrouping. Menurutnya untuk me-regrouping SD diprioritaskan pada SD-SD yang berada pada satu kawasan dan memiliki jumlah siswa kecil. “Yang jumlah siswanya kurus dalam satu halaman. Tapi yang sekolah besar seperti SDN Kleco 1 dan 2 tidak di-regrouping,” unkapnya.

Rakhmat menambahkan regrouping akan berjalan terus namun pelan-pelan. Dikatakan pernah ada wacana untuk menjadikan guru SMP dan SMA sebagai guru kelas SD. Namun mendapat tanggapan keras dari luar. Pasalnya tidak sesuai dengan kompetensi. “Ya kalau terpaksa akan kami harus beri pendidikan dan pelatihan,” ungkapnya.

Ada satu guru SMP, lanjutnya, yang menawarkan diri untuk mengajar di SD, dan pihaknya mengizinkan. Untuk mengisi kekurangan guru, ada juga guru yang mengajar di dua sekolah. Namun itu bersifat sementara dan harus atas izin Disdikpora. Karena itu Rakhmat berharap supaya 2013 ini kekurangan guru dapat teratasi. Farrah Ikha Riptayani