JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Solo Menuju Kota Kreatif

Solo Menuju Kota Kreatif

404
SEMINAR SOLO KREATIF-Sejumlah Pembicara dari kementrian Ekonomi kreatif seminar Yuwono Mazuka (kiri) Pembicara dari Dirjen Seni Pertunjukan Ekonomi Kreatif Berbasil sosial Budaya Juju Masunah (dua dari kiri) dan Guru Besar Seni Rupa ISI Surakarta Darsono (dua dari kanan) saat mengisi seminar Menuju Kota kreatif di Balaikota Solo, Sabtu (16/2). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO-Wakil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bidang  Kebudayaan Windu Nuryanti menyatakan Kota Solo merupakan kota yang banyak ide-ide kreativitasnya. Terlebih menginjak usia ke-268 tahun ini sudah semakin matang.

“Solo itu tempatnya banyak ide-ide yang kreatif. Jadi ini bisa pijakan untuk menuju Kota Kreatif Dunia, kan banyak pengalaman yang bisa dipelajari dengan usia ” terangnya di sela-sela menjadi keynote speaker dalam Seminar Solo Creative City Menuju Kota Kreatif Dunia (Berbasis Eco Culture Design) di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Sabtu (16/2).

Windu menjelaskan untuk menuju kota kreatif itu harus punya strategi agar bisa maju dengan lompatan-lompatan dengan ide kreatif yang ada. Apalagi di sini (Solo-red) masyarakatnya sudah cukup kreatif dengan membuat ide yang kreatif.

”Saya sangat senang dengan seminar ini dan tentunya keberadaan Kota Kreatif ini. Kreatif  itu, kan menciptakan dari yang tidak ada ke yang ada, tapi harus pakai strategi agar itu bisa maju, Solo kan bidangnya itu dan ada dukungan dari masyarakatnya,” imbuhnya.

Namun, lanjut dia, Kota Kreatif ini penilaiannya jangan hanya untuk masalah perekonomian saja, tapi juga dengan kebudayaan, pariwisata, maupun lingkungan. Bahkan berharap agar bangunan pemerintahan menjadi etalase memamerkan produk kreatif. Karena selama ini etalase kreatif banyak  muncul di beberapa bangunan nonpemerintahan.

“Contoh saja di hotel-hotel maupun perusahaan pariwisata yang ada di Solo yang selalu punya ide yang kreatif untuk menarik pengunjung. Tapi di gedung pemerintah malah tidak ada, harusnya itu ada di bagian depan bangunannya kalau bisa,” ungkapnya.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan jika Kota Kreatif  tidak hanya sekadar slogan saja dan juga harus ada dukungan dari masyarakat. Program di Solo sudah mengarah pada Kota Kreatif. ”Masyarakat harus bisa merawat dan ikut menjaga terpenting itu tercipta kondisi waras, wiris, wasis dan wareg. Saya menyambut baik seminar ini tepat di perayaan HUT ke-268 Solo,” paparnya.

Sementara itu,  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Anung Indro Susanto, menyatakan jika sudah mengusulkan Kota Solo ke UNESCO menjadi Kota Kreatif. ”Kami sudah mengusulkan itu tinggal menunggu saja. Nantinya itu yang diangkat itu desainnya,” jelasnya. Ari Welianto

BAGIKAN