JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Solo Segera Punya TPS Bawah Tanah

Solo Segera Punya TPS Bawah Tanah

360
BAGIKAN

311012-ZAM-KOTA-DKP sidak TPS-4_2431BANJARSARI-Rencana pendirian lima Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu yang berlokasi di bawah tanah di Kota Solo, segera terwujud tahun ini.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Satriyo Teguh Subroto, mengatakan, proses penyusunan detail engineering design (DED) TPS Terpadu sudah rampung Desember tahun lalu. TPS bawah tanah itu, diklaim mampu memotong jalur pembuangan sampah di hilir.

Kata Satriyo, konsep pembangunan lima TPS Terpadu itu, segera diajukan ke Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dalam waktu dekat. “DED TPS Terpadu, sudah jadi sejak Desember tahun lalu. Pada tahun ini, akan dibangun lima TPS berukuran besar yang berlokasi di bawah tanah. Satu unit, berukuran sekitar 2.000 meter persegi,” ujarnya, Kamis (14/2), pekan lalu.

Untuk anggaran pembangunan satu TPS bawah tanah itu, diprediksi mencapai Rp 3 – 4 miliar. ”Susunan DED ini ditangani langsung oleh tim teknis,” ucapnya. Keberadaan kelima TPS itu, diklaim mampu menampung seluruh sampah yang ada di Solo. Khususnya limbah pembuangan industri skala menengah dan besar.

Pendirian TPS Terpadu, menurut Satriyo, pada tahap pertama, kemungkinan berlokasi di wilayah Banjarsari. Karena, wilayah itu memiliki sejumlah pasar tradisional yang berpotensi menimbulkan tumpukan sampah.

Dengan pembangunan fasilitas tersebut, ke depan DKP akan menghapus 80 TPS konvensional seluruh kecamatan untuk kemudian dibangun TPS Terpadu. ”Jadi, fasilitas pembuangan sampah tersebut akan dibangun di bawah tanah supaya lapisan tanah di atasnya bisa digunakan sebagai ruang publik terutama arena taman bermain dan ruang terbuka hijau,” katanya.

Keberadaan TPS Terpadu itu ke depan diharapkan mampu memotong jalur pembuangan limbah rumah tangga dan industri di sektor hilir. Sehingga, tidak ada lagi truk sampah yang berlalu lalang di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

”Artinya, bisa memangkas biaya operasional pembuangan sampah sekitar 30 persen dari kondisi semula. Sebab, tidak ada lagi sampah-sampah yang diangkut ke Putri Cempo dan hanya berhenti di lima titik TPS Terpadu saja. Puluhan truk sampah, akan membuah limbah di bawah tanah dan setelah keluar sampah sudah diolah dalam bentuk briket,” sambung dia.

Fariz Fardianto