JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Stasiun Tawang Terendam Banjir

    Stasiun Tawang Terendam Banjir

    497
    BAGIKAN
    STASIUN TAWANG BANJIR
    STASIUN TAWANG BANJIR

    SEMARANG-Hujan lebat selama lima jam yang melanda Kota Semarang membuat Stasiun Tawang terendam banjir. Dari jalan di depan stasiun hingga peron terlihat air menggenang setinggi lutut orang dewasa.

    Puluhan penumpang berkumpul dan menunggu KA di peron yang tidak terendam air karena ruang tunggu juga terendam air. Bahkan kursi yang disediakan untuk penumpang hanya terlihat bagian atasnya.

    Salah satu penumpang, Arifin (40) terpaksa harus berbasah-basah untuk menuju peron. Tidak hanya itu ia juga sudah menunggu sekitar di stasiun keren KA Rajawali tujuan Surabaya yang dijadwalkan datang pukul 10.00 WIB terlambat datang.

    “Saya datang jam 08.00 WIB, seharusnya berangkat jam 10.00 WIB. Tapi sampai sekarang hampir jam 11.00 WIB belum datang,” kata Arifin di Stasiun Tawang Semarang, Sabtu (23/2).

    Kondisi banjir di stasiun Tawang cukup memprihatinkan dari jalan menuju stasiun, pengunjung sudah harus menerjang genangan air. Kemudian di parkiran mobil, terlihat mobil sedan tergenang hingga ban tidak terlihat. Dari ruang tunggu hingga peron air tergenang setinggi lutut. Meski demikian rel kereta tidak sampai tergenang hingga masih bisa dilewati.

    Humas PT KAI Daops IV, Surono mengatakan jalur kereta di stasiun Tawang sudah bisa dilewati oleh kereta api namun dengan mengganti lokomotif dengan kereta rel diesel (KRD). Terkait fasilitas stasiun yang tergenang, penumpang sudah dialihkan ke Stasiun Poncol, meski demikian masih ada penumpang yang menunggu di stasiun Tawang.

    Ia menambahkan, pukul 20.12 WIB, Jumat (22/2), ada empat titik banjir yang menggenangi jalur perlintasan kereta yaitu Jalur Semarang Tawang-Poncol KM 0+8/9, kemudian dua titik petak jalan antara Jerakah-Mangkang KM 8 dan KM 10 lalu satu titik antara Semarang-Alastuwa KM 0+600 hingga KM 1+500.

    Akibat banjir, 13 kereta penumpang dan delapan kereta barang dari arah barat tertahan dari arah timur saat ini tiga kereta penumpang dan delapan Kereta Barang juga tertahan. “Jadi KA dari Alastuwo lokomotif dilepas lalu ditarik KRD sampai Poncol, dari Barat sampai Poncol dilepas lokomotifnya dilanjut KRD sampai Alastuwo habis itu baru bisa memakai lokomotif biasa,” terang Surono.

    Sementara itu, akibat banjir ada 30 kereta api (KA) yang tertahan di stasiun sepanjang jalur kereta pantura. Kereta Api (KA) yang tertahan antara lain  KA Matarmaja (Pasarsenen- Malang), KA Majapahit (Pasarsenen- Kediri),. KA Bangunkarta (Pasarsenen- Jombang), Argo Sindoro (Gambir-Semarang), Kertajaya (Tanjung Priok-Surabaya) dan Brantas (Tanah abang-Kediri). Kemudian, KA Gumarang (Jakarta-Surabaya Pasar Turi),Sembrani (Gambir Surabaya pasar turi) dan lainnya.

    Surono menambahkan ada tiga KA yang dioperasikan lewat jalur memutar yaitu KA Argo Bromo Anggrek siang jurusan Surabaya-Gambir, KA Argo Bromo Anggrek siang jurusan Gambir-Surabaya, dan KA Matarmaja jurusan Malang-Pasarsenen. “Disamping itu empat perjalanan KRDE Kaligung Mas jurusan Semarang-Tegal PP dan dua perjalanan KRD Blorajaya jurusan Semarang-Bojonegoro PP terpaksa dibatalkan,” kata Surono.

    Detik