JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Suriah Luluh Lantak, Internasional Bungkam

Suriah Luluh Lantak, Internasional Bungkam

412
SERANGAN RUDAL. Seorang pria menangis di perumahan Ard al-Hamra, Aleppo, Suriah, yang menurut para aktivis dihantam rudal Scud, Sabtu (23/2). Roket-roket menghantam distrik timur Aleppo, kota terbesar Suriah, Jumat kemarin dan menewaskan setidaknya 29 orang sementara sekitar 10 keluarga masih terperangkap di reruntuhan rumah-rumah mereka. ANTARA/REUTERS/Muzaffar Salman
SERANGAN RUDAL. Seorang pria menangis di perumahan Ard al-Hamra, Aleppo, Suriah, yang menurut para aktivis dihantam rudal Scud, Sabtu (23/2). Roket-roket menghantam distrik timur Aleppo, kota terbesar Suriah, Jumat kemarin dan menewaskan setidaknya 29 orang sementara sekitar 10 keluarga masih terperangkap di reruntuhan rumah-rumah mereka. ANTARA/REUTERS/Muzaffar Salman

DAMASKUS—Oposisi Suriah yang tergabung dalam Koalisi Nasional mengumumkan keputusannya untuk tidak menghadiri sebuah pertemuan kelompok Sahabat Suriah di Roma pada bulan depan. Mereka juga menolak undangan pertemuan di Washington dan Moskow.

“(Komunitas) Internasional bungkam terhadap kejahatan yang terjadi setiap hari terhadap masyarakat kami,” kata oposisi. Pihak oposisi juga menyebut dukungan dan pasokan senjata dari Rusia kepada pasukan Presiden Bashar al-Assad. “Terutama kepemimpinan Rusia yang mengemban tanggung jawab moral dan politik,” tambah dia.

Keputusan untuk memboikot pertemuan diplomat internasional di Suriah dilakukan atas inisiatif pemimpin Koalisi Nasional Moaz al-Khatib. Demikian seperti dilaporkan BBC, Minggu (24/2).

Padahal tiga pekan lalu pihak oposisi mengumumkan siap bertemu dengan perwakilan pemerintah Suriah untuk membahas rencana mengakhiri kekerasan di negara tersebut.  Inisiatif itu mendapatkan dukungan dari kekuatan internasional, termasuk Rusia.

Dalam perkembangan terpisah, utusan khusus PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, menggambarkan serangan bom mobil terhadap kantor pusat partai berkuasa Baath di Damaskus pada Kamis (21/2) lalu, sebagai kejahatan perang. Utusan itu mengatakan sekitar 100 orang tewas. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan tersebut.

Sementara itu, sepanjang Sabtu (23/2) hingga Minggu (24/2), bentrokan sengit berkecamuk di sekitar bandar udara internasional dan pangkalan udara di Aleppo.

Pegiat Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, yang berpusat di Inggris, menyebut, pertempuran berlangsung antara pasukan pemerintah dan gerilyawan di sekitar bandar udara Aleppo serta pangkalan udara militer An-Nirab, yang berdekatan.

Bentrokan sengit juga telah berkecamuk sejak Sabtu dini hari antara pasukan pemerintah dan beberapa kelompok gerilyawan di bagian barat Kota Kecil Tal Hasan, sebelah timur bandar udara internasional Aleppo, kata Observatorium.

Bentrokan di Tal Hasan, katanya, meletus saat pasukan reguler berusaha menyerbu kota kecil tersebut. Ditambahkannya, beberapa permukiman di daerah kuno di Aleppo dibombardir oleh pasukan pemerintah selama bentrokan dengan gerilyawan dari beberapa faksi.

Bentrokan juga telah meningkat di sekitar pangkalan udara Kweirs di Aleppo, saat gerilyawan berusaha mendesak masuk dan merebut pangkalan itu sejak beberapa bulan lalu, kata Observatorium sebagaimana diberitakan Xinhua, Minggu (24/2).

Ditambahkannya, akademi polisi di Kota Kecil Khan Al-Assal di pinggiran Aleppo telah menyaksikan pertempuran antara gerilyawan dan prajurit pemerintah. Kota kecil Khan Al-Assal telah dikepung oleh gerilyawan selama empat hari belakangan dalam upaya merebutnya, kata organisasi yang berpusat di London, Inggris, tersebut.

Permukiman Tariq al-Bab di Daerah Al-Ard Al-Hamra di Aleppo, katanya, menjadi sasaran serangan rudal permukaan-ke-permukaan pada malam hari. Ditambahkannya, satu mayat anak kecil telah dikeluarkan dari bawah reruntuhan.

Sementara itu di sekitar Damaskus, Daerah Zamalka dan Duma dibombardir oleh roket berpeluncur dan mortir, kata Observatorium, yang menambahkan pemboman tersebut merusak beberapa rumah dan melukai beberapa orang.

Bentrokan, katanya, masih berkecamuk antara pasukan pemerintah dan gerilyawan di sekitar Zamalka. Korban jiwa dilaporkan jatuh dari kedua pihak.  Detik | Antara

BAGIKAN